What’s funny (in a wrong way) about this adalah jika u perempuan, the chance lo dapet diagnosis ASR + ADHD itu KUECIL BUANGET.
Most likely bakal dapet BPD, bipolar, depresi, gg. kecemasan.
Tau gak apalagi yang bikin ngeri? This is world wide phenomenon.
https://t.co/8jT9gre8Vw
I'm finally reading Dune. This quote, which is in the first few pages, hits hard:
"Once men turned their thinking over to machines in the hope that this would set them free. But that only permitted other men with machines to enslave them."
@letstrydude Bumbu: cuma bisa pake bumbu atau sambel jadi (mis: indomi tinggal tuang bumbu)
Ngolah: cuma bisa yang gampang dan ga bertahap (mis: indomi kan cuma rebus)
Motong: harus diiris, dipotong, diulek, diblender? Kalo dipotong bentuk apa? (mis: indomi kan ga perlu motong)
@meltinglilac Jadi kamu betul bilang dia kelas atas, kalo penghasilan jualan si ibu dpt laba bersih (bukan omset) minimal 13 juta, yang lebih besar dr gaji si bapak.
@meltinglilac Pengeluaran di atas 6 juta per orang termasuk kelas atas.
Si gaji bapak 11 juta ga mungkin kelas atas. Bapak 11 juta + ibu jualan.
Minimal keluarga dia ada 4 orang bapak, ibu, 2 anak. Mereka baru kelas atas kalau total pengeluaran = 4x6 juta = 24 juta.
@kazuyoswitch Tebak apakah mayoritas rakyat mikir spt ini.
Kl seumur hidup miskin, kamu ga akan ngerti cara bedain orang kaya yg pantas dibasmi.
Bedain level gaji 11 juta, gaji 100 juta, dan miliuner gmn caranya? Apa yg awam bs cek data LHKPN atau aset di BVI? Plg cuma dr rumah atau mobil.
Tweet kaya gini maksudnya mau upper middle bersimpati dan mendukung lower middle. “Kita tuh sama”.
Tapi pas si upper middle bilang gaji 11 juta, dtg si gaji 2 juta nolak si gaji 11 juta bersuara ttg pengalaman middle classnya.
Sehari-hari jg dianggap tinggal d menara gading.
middle class this middle class that, gw kasih tau ya. middle class itu gak ada!
harusnya kalo kalian sadar, kelas itu cuma ada 2. Working Class/Proletar & Borjuis Class/Pemilik Kapital. mau gaji lu 11 juta, kalo lu gak pegang Sumber Daya, ya elu Working class.
Logikanya si orang awam ya ga bisa kita kontrol. Bisa lompat jauh banget.
Jadi ga semuanya harus bisa dijelasin pakai bahasa sederhana ya.
Kaliannya juga harus belajar.
Ada batas bawah kebodohan yang bisa ditoleransi supaya edukasinya berhasil.
pas koas dulu, pernah ada pasien dengan diabetes militus tp 2 (kencing manis), datang dengan luka gangren di kaki yang menghitam.
diatas luka, banyak butiran butiran kristal putih, aku tanya “ini apa?” ternyata itu garam kasar yang di oles-oles diatas luka.
logika dari keluarga pasien:
“kencing manis kan karena kebanyakan gula yg manis, buat menetralkan, dikasihlah garam yang asin”
ALLAHUAKBAR
Begitu pakai bahasa yg sederhana (kencing manis kurang sederhana apa dibanding nyebut diabetes melitus?), logikanya orang awam akan membentuk asumsi lain berdasar penjelasan yang tidak lengkap itu.
“Ini kan kencing manis, jadi kebanyakan gula, jadi netralin pakai garam.”