LEG KEDUA: POLRI VS KEJAGUNG!!! 🔥
Setelah mendengar penjelasan Jampidsus Febrie, semua skenario dan spekulasi kita sudah mulai mengerucut jadi seperti ini wak.
1. Febrie sedang menyiapkan skenario TUKAR KEPALA mengorbankan pion kecil biar yang besar lolos. Klasik permainan catur tingkat elite wak.
2. Siap-siap serangan balik yang jauh lebih besar. Bukan sekadar pembelaan, tapi serangan yang bisa bikin guncang institusi lawan, ini kalo dilakukan bisa heboh lagi wak, tapi bagus sih biar mereka adu mekanik
3. Posisi Febrie memang lagi terjepit wak, tapi ingat bargaining position-nya masih sangat kuat wak. Dia bukan sekadar jaksa kaleng- kaleng wak. dia ujung tombak Kejagung yang selama ini dipakai buat MEMBERSIHKAN sampah di institusi lain dan di tempat yang buat kerugian negara.
4. Febrie merasa sedang menjalankan arahan Presiden, makanya dia yakin sedang dijegal. Terlalu keras menggoyang tata kelola pertambangan, MBG, dan PKH. Siapa yang terganggu? Yang selama ini nyaman di atas. Tebak siapa yang terganggu wak. Jika memang bener
5. Atau skenario ini wak, Siap-siap lihat adegan TUKAR KEPALA tersangka bintang satu. Dibebaskan, dinyatakan tidak terbukti, atau hukumannya diringankan jadi cuma formalitas. Kita sudah terlalu sering lihat pola seperti ini jadi patut dimasukan dalam spekulasi ini.
6. Atau mungkin Kemungkinan besar ini memang bukan kasus Febrie. Dia dijebak karena terlalu berani memukul para konglomerat. Dijadikan tameng, lalu dipukul habis habisan. Tapi ini kemungkinan kecil sih wak. Karna dari olah tkp penggeledahan menuju pada dia semua.
7. Febrie pegang terlalu banyak kartu wak. bahkan kartu truf yang bisa disesuaikan antar institusi. Selama dia masih berguna buat MEMBERSIHKAN yang perlu dibersihkan, dia akan tetap aman.
Coba dari POV kalian wak setelah mendengar klarifikasi-nya apa aja yang mungkin terjadi kedepan.
Langsung aja wak,Kesimpulan yang paling pahit yang awak bisa sampaikan
Semua akan berakhir anti-klimaks seperti biasa.
Drama heboh, narasi dibangun, lalu pelan-pelan semua reda, karna tertutupi oleh isu baru lainya.
Tersangka besar kabur diam-diam, institusi saling tuding, publik bosan, dan yang punya kuasa tetap tertawa di belakang layar.
Ini bukan lagi soal keadilan.
Ini perang antar kekuasaan yang memakai hukum sebagai senjata.
Siapa yang menang di akhir?
Yang punya kartu paling banyak, tentu saja wak.
Dan kita? Cuma penonton yang disuguhi tontonan murahan yang sama berulang-ulang. Dah lah capek wak
Guys, ini cara Ahok ngeliat Indonesia dan ini keras banget.
Menurut Ahok, masalah kita tuh bukan karena negara miskin.
Masalahnya cuma satu
cara ngelola negara yang kacau dan gak transparan.
Dia bilang gini secara logika sederhana:
Kalau lu punya perusahaan, dia kasih lu untung…
tapi minta suntikan modal jauh lebih besar.
Lu marah gak?”
Nah, itu yang dia lihat di banyak BUMN.
Ada yang:
setor dividen ke negara
tapi di saat yang sama minta suntikan modal besar
Artinya?
Secara bisnis gak sehat dong
Ahok bukan anti gaji besar.
Bahkan dia bilang:
Menteri digaji sampai 1 juta dolar setahun pun gak masalah
Tapi syaratnya satu:
Semua pengeluaran HARUS dibuka ke publik
Karena menurut dia:
Gaji besar itu wajar kalau kinerja jelas
Yang gak wajar itu: gaji + fasilitas + biaya lain tanpa transparansi
Masalahnya sekarang?
Banyak yang nikmatin fasilitas
tapi gak mau dibuka
Ahok bilang pemerintah sering salah kaprah:
Efisiensi = cuma potong biaya
Padahal yang benar = optimalisasi biaya
Contoh:
Jangan asal hemat kalau bikin pemasukan turun
Tapi potong biaya yang gak perlu dan bocor
Dia bahkan bilang:
Banyak kebocoran itu dari hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah (kecelakaan, salah kelola, dll)
Menurut Ahok, subsidi kita banyak yang salah sasaran.
Contoh:
Gas 3 kg → banyak yang gak berhak ikut nikmatin
BBM subsidi → bocor ke mana-mana
sampe banyak yang bisa jual eceran lagi
Solusi dia:
Ubah semua jadi voucher digital
Kenapa?
Lebih tepat sasaran
Bisa dikontrol
Kalau gak dipakai → balik ke negara
Ini bukan teori dia bilang pernah dia lakukan di Jakarta (KJP, dll)
Ini salah satu kritik paling tajam:
“Masalah kita, rekrut orang bukan berdasarkan kemampuan… tapi kedekatan entah itu paman, atau keponakan atau keluarga lah
Akibatnya:
Orang gak kompeten masuk sistem
Tapi tetap dapat jabatan & fasilitas
Dan ini efeknya panjang:
sistem jadi gak efisien
keputusan jadi salah
negara rugi terus
Ahok nyindir keras:
Kalau Kementerian Keuangan cuma bisa narik pajak doang, nenek gue juga bisa.
Maksudnya:
Negara jangan cuma mikir
kurang uang → tarik pajak
Tapi harus bisa:
ngelola dengan benar
nutup kebocoran
bikin sistem yang efisien
Ini bagian paling serem.
Dia bilang:
Kalau lu minjam duit buat bayar bunga utang… itu tanda mau bangkrut.
Dan dia ngeliat pola itu mulai muncul.
Artinya:
bukan utang untuk berkembang
tapi utang untuk nutup lubang lama
Ini red flag besar dalam ekonomi
Ini poin paling brutal.
Menurut Ahok:
DPR diam
pejabat diam
sistem jalan terus
Kenapa?
karena semua dapat bagian
Jadi gak ada yang berani buka suara
karena kalau satu ngomong → yang lain ikut kena
Kalau disederhanakan, cara pikir Ahok itu gini:
Negara itu harus dikelola kayak perusahaan
Gaji besar gak masalah → asal transparan
Subsidi harus tepat sasaran (pakai sistem digital)
Semua harus berbasis merit (bukan koneksi)
Kebocoran harus ditutup
Jangan sampai utang jadi bom waktu
Transparansi = kunci utama
Negara ini gak kekurangan uang… yang kurang itu kejujuran dan cara ngelolanya.
Kami bertanya pada @grok AI, jika skuad ini bermain di era sekarang di usia prime mereka, berapa nilai transfernya? Klub apa saja yang merekrutnya? Scroll sampe habis ⤵️
[A Thread]
Guys, alkohol tuh emg efektif banget buat matiin bakteri. Tapi JANGAN dipake buat bersihin luka terbuka!
Selain emang bakal perih banget, ngasih alkohol ke luka bisa merusak jaringan sehat di sekitar situ.
“Terus gimana dong?”
Simak utas ini ya! Aku jelasin.
Namanya Quaden Bayles. Buat kalian yg udah nonton FURIOSA: A MAD MAX SAGA pasti inget banget ama kemunculan dia di film. Jadi salah satu War Boys. Muncul sebentar, tp cukup menarik perhatian. Pada tahun 2020 lalu dia sempat meminta agar diizinkan utk bunuh diri kpd orang tuanya.