Ini contoh kasus IPV/intimate partner violence yang lumayan jarang di indonesia karena punya traits spesifik; kontrol koersif ekstrim + prolonged domestic captivity (disekap sampai 3 tahun)
Kalau polisi nanganin kasus ini dengan benar, sistematis dan terdokumentasi dengan baik maka polri akan punya behavioral database/dataset perilaku yang berharga banget untuk nanganin kasus2 serupa di masa depan
Kalo lu tau indomie yang sering kita makan
itu tuh milik salim grup
yang lebih gila lagi dari lippo
The Indomie Empire Circle:
- Tepungnya : mereka punya Bogasari. Ini pabrik penggilingan gandum terbesar di Indonesia. Indomie nggak perlu beli tepung ke orang lain, tinggal ambil dari gudang sendiri.
- Minyaknya: Mereka punya perkebunan sawit raksasa (IndoAgri/Lonsum). Minyak goreng buat goreng mi-nya di pabrik? Pakai Bimoli, punya mereka juga.
- Bumbunya: Mereka punya divisi Food Ingredients. Jadi racikan micin dan saus cabainya pun hasil olahan pabrik sendiri.
- Bungkusnya: Plastik kemasan Indomie yang ada foto mi-nya itu? Dibikin sama divisi Packaging mereka sendiri.
- Distribusinya: Dikirim pakai truk-truk Indomarco, perusahaan logistik milik mereka.
- Ujungnya: Dipajang di rak Indomaret, yang juga punya mereka.
Gila-nya di mana?
Mereka bisa nekan harga Indomie jadi murah banget karena mereka nggak perlu bayar margin ke perusahaan lain.
Mereka untung di tepung, untung di minyak, untung di pabrik mi, untung di logistik, sampai untung di kasir Indomaret.
Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.