Aku tidak bisa menjadi sahabatmu,
bukan karena tak ingin,
cuma aku tak mampu.
Bagaimana mungkin seorang sahabat
dikejar bayang yang tak tahu batas:
mengecup bibir merahmu
yang selalu tersenyum manis,
mendekap hangat tubuh mungilmu
saat dingin diam-diam menyelinap.
@PelangiPuisi
Dengan jemari selembut angin samudra
Ia membelai sunyi, memeluk kekosongan jiwa yang mencinta
Mengisi ruang antara suka dan nestapa
Dalam tatapnya, dunia seolah hanya ada kita
@PelangiPuisi
Jelita Bergaun Purnama
Datang lirih, berbalut cahaya malam
Menyelinap di antara bayang, menenangkan luka siang yang muram
Tak bersuara, namun bibirnya mengecup pelan relung-relung gersang
Mengalir hangat, menyalakan rindu dalam hati yang lama hilang
Tak ada luka tanpa cinta,
seperti tak ada hujan tanpa langit yang merintik.
Kata-kata pun punya jiwa,
berbisik pelan, tapi menikam begitu dalam.
~@angganof
Tak ada luka tanpa cinta,
seperti tak ada hujan tanpa langit yang merintik.
Kata-kata pun punya jiwa,
berbisik pelan, tapi menikam begitu dalam.
@PelangiPuisi
Wahai durjana yang menggeliat
Tak lelahkah kau menanti senja yang terlambat?
Genggam saja nyala pelita
Yang mengusap malam, menghidupkan luka-luka lama.
~@angganof
Wahai durjana yang menggeliat
Tak lelahkah kau menanti senja yang terlambat?
Genggam saja nyala pelita
Yang mengusap malam, menghidupkan luka-luka lama
@PelangiPuisi
Di balkon sunyi Vatikan yang megah,
Gema lonceng menggugah langkah,
Ribuan mata menatap langit senja,
Ketika terdengar, "Habemus Papa!"
Puji syukur atas kasih & berkah-Nya.
Paus Leon XIV - 9 Mei 2025
@PelangiPuisi
Di balik kabut tipis Kota Malang,
kau datang seperti desir dingin yang menggoda,
membawa aroma kopi,
dan tumpukkan rindu yang belum sempat kurasa.
Sial, aku terperdaya.
~@angganof
Di balik kabut tipis Kota Malang,
kau datang seperti desir dingin yang menggoda,
membawa aroma kopi,
dan tumpukkan rindu yang belum sempat kurasa.
Sial, aku terperdaya.
@PelangiPuisi
Aku ingin menjadi peluk,
yang meringankan bebanmu di waktu suntuk.
Aku ingin menjadi desir,
yang menjalar lembut di sela-sela letih dan getir.
Aku ingin jadi nyala,
di antara hela dan desah yang tak lagi bisa kau redakan begitu saja.
~@angganof
Aku ingin menjadi peluk,
yang meringankan bebanmu di waktu suntuk.
Aku ingin menjadi desir,
yang menjalar lembut di sela-sela letih dan getir.
Aku ingin jadi nyala,
di antara hela dan desah yang tak lagi bisa kau redakan begitu saja.
@PelangiPuisi
Anggap aku kalah,
padahal menyerah.
Bukan lemah,
hanya lelah.
Lebih baik sendiri,
menenangkan diri,
melupa,
pulih,
hidup kembali.
#puisipendek@PelangiPuisi
Kopi ini masih terasa nikmat
Meski sudah tak lagi hangat
Rasa pahit yang orang benci
Kenapa begitu aku sukai?
Mungkin karena ia jujur apa adanya
Tak berpura manis demi disuka
~@angganof
Kopi ini masih terasa nikmat
Meski sudah tak lagi hangat
Rasa pahit yang orang benci
Kenapa begitu aku sukai?
Mungkin karena ia jujur apa adanya
Tak berpura manis demi disuka
@PelangiPuisi