Recapping, 2024 has been a year of events and changes everywhere. Then, calculating the cost of round-trip tickets—could this be one of my contributions to the country’s economy?
2024 has reached many places, and hopefully, these steps lead to the right direction.
@rosandus Dijelasin panjang lebar, dibilang omon omon. Dikasih penilaian 11 dari 100 aja dibawa kemana mana, menyoal tentang etik malah dibalas kasar ("ndasmu etik"). Ada juga yang sekolah demi meraih 'gelar instan' sampai jual beli HC Dr. dan sebagainya. Menyongsong 2045 katanya.
I've been triggered w/ anger all day bcs I saw someone's statement: 'Only 12% tax is already whiny. Look at Syria, yada yada...' Stop normalizing oppression. They're not silent either; they're doing somethin to fight back. Keep me away from people who never experience suffering.
Sometimes I think and feel guilty for just staying silent and 'enjoying the chaos' without being able to do anything or even defend myself. Who will defend me if not myself?
It’s like a collective punishment that everyone must feel, even those who intentionally choose to remain ignorant or opportunistic may not experience the 'punishment' itself. That’s how the world works.
Tidak mau berubah, tidak mau mendengar, tidak mau menyuarakan bukan karena takut. Bukan juga karena tidak mampu, tentu bukan karena tidak bisa. Namun karena tidak merasa berdampak apa apa ke dirinya. Pentingnya kesadaran dan mawas diri.
Hidup di negara mafia dan bandit, setiap harinya ada saja kasus. Dan lagi lagi yang menguak, mengecam bahkan menyelesaikannya netizen. Dunia yang ku huni berisi kebohongan, kemunafikan, dan pembodohan.
Thank you for your love; it’s the best destiny I could ever have. Alhamdulillahirrabilalamin. Allahumma barik li fimaa a'thathanii wa qinii syarra maa qadhartalii.
It’s 2 a.m., and I’m trying to compose a poem, like a musician—special for a celebration. A celebration of a heart filled with a sacred promise. You and I are clueless about life, trying to find its meaning and fill each other’s hearts.
Setelah diberi uang, kuasa, dan segala yang membuat candu, keluarlah sosok asli itu. Tidak hanya sekali, dua kali, yang tidak terlihat mata dan terdengar telinga juga akan ditunjukkan pada waktunya. Time will tell⏳️
Saking ngga ada panutan atau tokoh yang patut ditiru, ya 'semacam begini' diikuti. Banyak lagi!
Bahayanya akan ditiru dari tingkah lakunya, tutur katanya. Terlebih lagi melihat perjalanan hidupnya, seperti ada kecocokan atau keberpihakan karena berasal dari 'bawah'.
Ngga ada kok niatan untuk bantu, cari solusi. Seperti by design dan by sistem dibuat menderita terus. Ditekan, diperdaya, diperas.
Sungguh manusia akhir zaman dan tipu dayanya.
Jadi tiyang 'alit' kalau ngga diremehin, jadi bahan candaan yang ngga lucu sama sekali, jadi objek pajak dan alat politik, jadi sasaran atau korban buat difitnah, diperdaya untuk kebutuhan konten, disalah salahkan. Mau ditambahkan lagi penderitaannya?