2024.
Makin konsisten olahraga.
Makin bahagia sama diri sendiri.
Keluarga besar dan inti sehat terus.
Allah bukakan jalan rezeki dari pintu lain yg sedang diusahakan.
Gak ke psikolog lagi ☺️
Sementara itu di istana, mereka sibuk HURA-HURA
Lalu disudut gang sempit, ada ibu-ibu yang sedang cemas dengan masa depan anaknya
Dia melirik dompetnya yang lusuh, hanya tinggal 10 ribu padahal 3 anaknya akan pergi ke sekolah
Sang ibu dihadapkan pada dua pilihan. Membiayai ongkos anak-anaknya atau membeli kopi dan rokok suaminya karena sudah nganggur karena DIPECAT akibat efesiensi anggaran
Penderitaan ini tak dilihat oleh menteri yang sedang joget di istana hanya demi melayani tamu asing
Ya, mereka memang sengaja dibuat happy agar seolah2 negeri ini baik-baik saja. Tamu asing bertepuk tangan karena joget dan raut wajah sumringah manusia feodal
Sementara, sang ibu sedang teriris hatinya. Entah, bahkan nanti malampun belum tahu akan makan apa
brengsek yg milih dia karena kasian, brengsek yg milih dia supaya bisa balikan sama mantan istrinya, brengsek yg milih dia karena ajudannya, brengsek yg milih dia karena kucingnya, brengsek yg milih dia ngga liat visi-misinya, brengsek yg milih dia karena mau menang
Kebayang kan perempuan yang ngasih ASI ke anaknya itu udah hematin budget keluarga seberapa banyak? Makanya dalam teori feminis ada istilah unpaid labor untuk kerja-kerja reproduksi perempuan gini karena nyusuin anak sering dianggap bukan kerja yang 'produktif' dan 'menghasilkan'
Anak pertama baru kelas dua. Udah penasaran banget tanya tentang pesantren. Ketika nenek kakeknya bangga sama hal itu, emaknya sejauh ini masih menolak keras buat ke arah sana 🥲
Jangan tanya kenapa, gak mau aja 😩🙏🏼
Semalam sebelum tidur, tiba-tiba ke inget Malang, rasanya rindu sekali. Terus pas lagi memejamkan mata, ingat satu per satu teman2 disana. Dan masih gak percaya, Safira, Gita dan Ira udah gak ada :'(
Terus nyeseknya ampe sekarang.
Al-Fatihah.
♥️ Daily reminder;
ada satu nasehat yang aku dapat sewaktu sekolah dulu, guruku bilang gini:
"cara paling sederhana untuk mengukur perbuatan kita itu benar atau salah adalah: apakah Rasulullah senang jika kita melakukannya di depan beliau?"
dulu, kaum laki-laki dari suku tertentu merasa lebih mulia dari kaum laki-laki dari suku lainnya.
mereka mengolok-olok fisik, asal-usul, dan status sosial orang lain.
Rasulullah waktu itu menegur sikap mereka karena menghina seseorang sama dengan menghina Allah sebagai pencipta.
Islam menjunjung tinggi kehormatan manusia. Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki martabat dan kehormatan yang harus dijaga, terlepas dari perbedaan fisik, suku, atau status sosial.
terus, kita semua gatau gimana nilai seseorang dihadapan Allah. karena ketidaktahuan kita, bisa jadi orang yang kita hina lebih mulia di hadapan Allah.
terakhir, kebaikan umat ditentukan oleh akhlak. akhlak mulia itu salah satu cerminan dari iman.
jujur, aku kaget dengar kata "goblok" keluar dari orang yang diberikan Allah tempat di panggung dan diterima oleh orang yang di bawah panggung sambil membawa dagangannya.
Wallahi, Rasulullah gapernah menghina dan goblokin sahabat ketika sahabat memilih mendengarkan Rasulullah berbicara sementara dagangannya masih banyak.
Wallahu a' lam
Tau ga salah satu hikmah belajar ttg qodho dan qadar dengan benar itu apa?
Biar kita ga stuck di masa lalu. Ga berandai2 “coba aku begini” “seandainya dulu aku begitu” yg mana bisa jd celah bisikan setan. Bikin kita sedih, galau, putus asa berkepanjangan pdhl masa depan masi ada