Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Turut berduka cita untuk TS yang meninggal ..
Karena sudah mulai ada korban lagi dari campak ini mau edukasi tentang campak
Kenapa campak dibilang berbahaya ?
Karena campak = patogen airborne paling menular yang pernah diketahui manusia
Satu orang dengan COVID bisa menularkan ke 2–3 orang
Satu orang dengan cacar air bisa menularkan ke 10 orang
Satu orang dengan campak? DELAPAN BELAS ORANG ❗️❗️
Dan yang lebih menakutkan dari penularannya bukan ruamnya aja
....
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
Temenku di Sydney banyak bgt yang double-triple shift job, demi mengais cuan di negeri ini, tapi sekalinya sakit mereka langsung masuk RS pake ambulance (which is mahal kalo kalian bukan PR/citizen yg bergantung asuransi swasta) 🥲
Aku dr dulu coba fokus sama life & work balance, jadi selalu refuse overtime kalau gak penting, dan alhamdulillah job ku skrg melarang overtime.
Walau kondisiku juga bukan yang sehat-sehat banget, tapi penting bgt to look after yourself.
Pernah ada temenku nyeletuk "kita kerja tiap hari sampe mau mati, sampe ga ada waktu buat nikmatin duitnya"
"Full circle: Kerja rodi terus duitnya malah buat dipake berobat"
Take a good care of yourself.
Prioritise your wellbeing.
Hello, I’m a Possum.
Probably, you don't know it, but I’m not here to cause any trouble. Actually, I’m here to help. Every night, I can eat lots of ticks, along with insects that spread disease.
I also keep snake numbers in check, even the venomous ones. My body is tough enough to survive Rattlesnake or Coral Snake bites, and yes, I even eat venomous snakes like they’re just another meal.
What’s more, my blood carries something special. Scientists have used it to develop treatments for snake bites that save lives. Without animals like me, there would be more pests, more Snakes, and fewer cures for people.
So if you see me, please don’t hurt me. Let me raise my babies. I’m just out here doing my part to make the world a little safer for everyone.
HERE WE GO, @FabrizioRomano 🚨
With the transfer window closing, it's time for a massive giveaway 👇
🎮 x1 PS5 or cash
👕 x1 Signed shirt of your choice
To enter:
✅ Follow @EvoFtbl
🔁 Like and Repost this post
Mereka yang bilang Hoki mungkin lupa Shin Tae Yong awal datang harus ngajarin dulu Timnas Passing yang bener, teknik dasar sama Fisik kita amburadul🗿
Hingga meloloskan 3 tim kelompok umur ke Piala Asia, B2B Piala Asia Senior, Semifinal AFC U-23, Rank 173 ▶️ 127, Ronde 3 WCQ🥺
Terimakasih untuk seluruh staf kepelatihan dan seluruh pemain Timnas Indonesia, kalian Hebat👏
Lama-lama saya mikir STY mundur aja lah. Biar pada sadar kalau di sepak bola internasional kita ini bukan siapa-siapa.
Sana, cari pelatih kaliber Pildun yang mau ngajarin passing dan nutrisi dari nol.
Ranking dunia cuma 127, liga cuma ranking 6 se-ASEAN aja gengsinya gede amat.
saya share point of view dari orang yang udah lebih dari seperempat tahun tinggal di gunung. kalo mimpi kalian cuma punya homestay di gunung please leave us alone 😭😭
homestay daerah pegunungan ini bikin akses air buat oetani kecil susah
Ada nih buku anak gratis, bebas dicetak, full ilustrasi 80-an halaman dan isinya pengetahuan bagus soal mangrove.
Judulnya "Kesatria Penjaga"
Ada akademisi dari bidang kelautan sampai biologi juga dalam pelaku perbukuannya, dan tentunya pake daftar pustaka, guys, wkwk.
Jadi kenapa mangrove bisa punya kekuatan memperlambat ombak?
Akar-akar mangrove yang saling berjalin bertindak seperti jaring alami yang bisa melambatkan arus air. Akar ini juga bisa menangkap sedimen yang terbawa arus laut maupun sungai, mengendapkannya, terus bisa sampai membentuk daratan baru. Keren kan jadi gak abrasi?
Kerimbunan pohon mangrove juga membantu memecah angin laut yang kencang, sehingga kekuatannya berkurang sampai 75-85%.🌱🌊