@MrsIrawan2@IAmIcebear2022 This is an example of what Indonesian netizens call “buzzers.” Their job is to stir up controversy and distract people from the main issue. They are organized and paid to divert attention from serious issues.
@anfess_ Pertama kalinya setelah animenya habis, nyari manga nya, ternyata yg terjemah Inggris nya masih belum banyak
Akhirnya nyari raw nya, dan terjemah manual pake aplikasi
@ardisatriawan Tinggal pake helm aja susah banget
Lagian gk ngasih tempat khusus, bebas mau dimana aja, harusnya sediain tempat khusus klo itu fasilitas publik
@livngn Ya klo dicari mah pake seragam, sepatu, dll juga gk mengganggu pelajaran
Pake celana pendek, rok mini, kaos dalem, sarung juga gk ganggu
Tapi kan itu gunanya untuk disiplin
Klo ada yg salah dengan proses razia, ya itu yg di evaluasi, bukan malah pengen bebas
@flamelessbean Sama keberatan nama member ngalahin grup
Ada aja highlight member itu doang, dia pake baju ini, dia makan es krim, dia dateng kemana, isinya dia doang yg dibahas
Positif beritanya tapi beneran member itu aja yg ada beritanya, over
@flamelessbean Soal lagu yg paling parah
Lagu gk enak, tapi dipaksa denger biar “terbiasa”
Yg lagunya bagus, malah dicecer grupnya gk pantes punya lagu sebagus itu
@frdruru I bought the Siren tee, but the sizing felt off. Compared it with the UT Jump Anniversary tee at the store and found the sizing standards were different. Had to use the other tees there as a reference to find the right size.
@cepiacepio_ Dasar cacat logika
Apa hubungannya ngeluh dan asal tempat jadi indikator profesionalitas Idol
Publik figur lagi ngeluh masalah skala nasional malah bahas ningkatin skill, positive vibes, keep professional
Jaka sembung bawa golok
@neykehcni_ When we defend them, they respond by saying that the situation isn’t as bad as it looks on social media
They also discourage criticism, arguing that those who criticize aren’t doing anything real to make a difference