Nah yaudah, kalo memang udah ngga ada ruang negosiasi, trus ngapain lu pada kecentilan datengin kampus ngaku-ngaku mau diskusi? Ya wajar lah kalo lu pada diusir. Karena mereka juga paham kalo lu cuma mau bela diri.
@diaryumbi Di kalangan pekerja, adu domba antara swasta dan pie end ice.
Di kalangan pie end ice, adu domba antara K/L dan daerah.
Luar biasa warisan devide et impera diamalkan dengan sepenuhnya. Belanda terharu. 😭
1. Latar film terjadi di Surabaya, tahun 1960-an, dimana kesadaran akan kesetaraan belum berkembang.
2. Film menggunakan POV anak-anak: polos, murni, imajinatif sesuai kapasitas anak-anak.
Hence, film tersebut gak bisa dipaksakan menggunakan POV orang dewasa yang woke era sekarang.
Kemarin nonton Na Willa, lumayan rame rombongan anak kicik. Mereka tuh nontonnya sambil ngobrol, ketawa2, tante2 ini jadi ikut excited liat mereka nontonnya happy. Bahkan ada volunteer kecil yg tiba2 teriak "AKU IKUT!", waktu Na Willa diajak Dul ngejar kereta. GEMAS!
Remember Indonesian, even tho our country not directly involve in this, but your president enables whatever shit these two do. This is on you, 02 voters. Hope you know what you did costs million lives.
Emang yakin itu beneran ciuman, bukan editan? Terus kalau beneran ciuman, memangnya boleh dibacok? "Nggak belain pelaku" tapi bikin narasi begini = membela pelaku.
Pendanaan 1 hari MBG setara dengan berangkatin 1200 mahasiswa S2 ke Eropa & UK (program 1-2 th)
Pendanaan 1 hari MBG setara dengan berangkatin 600 mahasiswa S3 ke Eropa & UK (program 4 th)
“bukan belain pelaku tapi si cewe juga..”
itu perempuan udah dibacok, dibacok pake kapak.
coba posisiin diri lu dulu kalo korban itu diri lu bangsat, anjing, brengsek.