@convomfs Kak.. dia belum jadi suami kamu btw. dia ga ada hak atur kamu dengan segala pemikiran negatif nya. betul cari kerja susah, coba pikirkan matang²
dulu aku pikir jatuh cinta itu sesederhana "aku suka kamu, kamu suka aku, yaudah jalanin."
but now.. i think about everything. mindset, values, emotional maturity, how he treats people, how he handles conflict, his ambition, his relationship with family, bahkan cara dia melihat masa depan. growing up is realizing that choosing a partner is also choosing the kind of life you'll live.
udah bukan fasenya lagi ngajarin orang gimana caranya ngehargain kita. kalo dia gak ngerti basic respect, mending tinggalin. you shouldn't have to teach someone how to treat you right.
Jangan main-main sama orang yang hatinya baik, lembut, dan nggak banyak bicara. Kalau sampai dia memutuskan buat cut off, itu bukan keputusan yang diambil dalam sehari. Sekali dia udah sampai di tahap itu, dia bakal pergi tanpa menoleh lagi. Bayangin aja, dia bahkan nggak mau ngelihat kamu. Dia mungkin akan memaafkan, tapi dia nggak akan melupakan. Bukan karena dendam, tapi karena dia udah capek kasih terlalu banyak kesempatan. Dia cuma memilih untuk mengeluarkan kamu dari hidup dan lingkarannya.
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻