Nah, pembahasan ini tuh menarik...
Jadi, intinya ayahnya ngeviralin tentang ujiannya, kok bisa salah pada jawaban murid???
yang dimaksud :
3 x 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
Menurut gurunya, yang benar adalah 4 + 4 + 4 = 12
Meski 3 + 3 + 3 + 3 = 4 + 4 + 4 = 12, tapi hanya salah satu yang mewakili 3 x 4
Mari kita bahas...
Jadi, ini menyesuaikan pada konteks pada bahasa
3 x 4 akan dibaca sebagai tiga kali empat
Tiga merupakan subjek(pelaku)
sedangkan empat adalah objek(yang dioperasikan)
Menurut definisi perkalian, perkalian itu adalah penjumlahan dengan bilangan yang sama...
Artinya, a x b = b + b + b + ... (sebanyak a kali)
Jadi memang, untuk 3 x 4 yang dimaksud adalah 4 + 4 + 4. Gurunyalah yang memang benar.
Tapi, kenapa harus dibedakan, untuk apa?
Nah, contoh kasarannya kayak minum obat, anjurannya kan 3 (waktu) x 1 (tablet), meski memang sama-sama 3 obat dalam 1 hari, tapi yang dimaksud minum 1 tablet dalam 3 waktu yang berbeda, buka meminum 3 tablet dalam 1 waktu.
Sekilas ini terlihat tidak fatal, tapi dengan konteks tertentu jelas sangat fatal. Jadi, memahami konteks perkalian kadang memang diperlukan(kecuali memang mengabaikan konteks)
Konteks perkalian ini nanti ada hubunganya dengan pembagian/pemfaktoran, mengingat invers overasi perkalian itu adalah operai pembagian
(maksudnya invers a adalah 1/a)
guys aku mau bagi-bagi poremizing kit ini buat 10 orang beruntung❤️
caranya gampang cukup follow & retweet aja tweet ini.
akan di announce tanggal 05 May☘️☘️☘️
Selalu cukup tapi gue pernah ada tugas kuliah buat HIDUP DI GARIS KEMISKINAN SELAMA 1 HARI.
Waktu itu batas garis kemiskinan kayaknya sekitar 10-11 ribu/hari. Sialnya, gue tbtb demam. Mau beli obat di warung 1 biji aja harganya 1-2 ribu.
Sayang, mending buat makan kan? Waktu itu gak ada beras, jadi beli nasi di warteg 5 ribu. Jalan sambil meriang2.
Nasinya gue bagi buat 3x makan, beli lauk dan sayur. Abis itu gue rebahan di kasur sambil natap langit2,
“Oh, ini ya kenapa orang miskin gak langsung berobat pas sakit beli obat sebiji aja mikir mending buat makan”.
Mau tau gak mata kuliahnya apa dan tujuannya apa?
#intinyadeh Siaran Pers Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) thd perkembangan kasus percobaan pembunuhan ke Andrie Yunus:
> Berdasarkan investigasi independen yg dilakuin TAUD, diduga kuat ada belasan pelaku yg terlibat, termasuk dr sipil. Merupakan operasi intelijen besar
(1/3)
Bagi yang salat Id nanti pagi, kasih tahu ke teman sebelahmu, juga ke saudara-saudaramu saat silaturahmi:
Percobaan pembunuhan berencana ke Andrie Yunus adalah operasi intelijen besar yang melibatkan BELASAN PELAKU.
Rundown 1 Syawal 1447 Hijriah. Day 1.
01.00 Ga bisa tidur
04.30 Bangun, Subuhan
05.00 Dimarahin karena tidur lagi
05.10 Mandi,
05.30 Masih mandi, diteriakin jangan kelamaan mandi.
05.45 Selesai Mandi. Dimarahin ibu/sodara kelamaan mandi. Mulai Pilek.
06.00 Selesai dandan, disuruh buru buru berangkat atau disuruh ngunci rumah. Pilek
06.10 mau berangkat kebelet berak
06.20 Selesai Berak, Jalan ke Lapangan
06.30 Tiba di Lapangan. Takbiran. Mepet Jam solat
06.35 Screening lokasi solat.
07.00 Selesai Solat, Beberes
08.00 Salaman, makan Opor
08.30 Mulai nerima tamu
11.00 Bosen. Tamu udh jarang dateng. Mulai ganti kostum
12.00 Ketiduran di tiker. Pipi dan sebagian tangan ngejiplak pola tiker plastik.
13.30 Dibangunin sodara ngajak nyari bakso
#intinyadeh rangkuman konferensi pers polisi:
> Korban masuk kantor YLBHI pukul 19.00 utk hadiri podcast
> Waktu keluar, korban dibuntuti
> Pelaku terus buntuti korban, terekam jg di CCTV SPBU saat korban isi bensin
> Teridentifikasi ada 2 motor (4 pelaku) yg terlibat
(1/3)
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Sebagai orang kidal, diskriminasi tangan dominan kerasa banget irl karena desain produk massal diasumsikan utk right-handed. Lu pada mungkin ngeremehin dengan mikir "tinggal dibalik aja". Tapi bagi orang kidal hal ini mahal secara kognitif, ergonomi, dan ekonomi.
> jadi fadia arafiq
> mantan penyanyi dangdut
> jadi bupati pekalongan 2 periode
> nggak paham hukum, serahin urusan ke sekda, cuma ngurus seremonial
> kena ott kpk 24 miliar dari total proyek 46 miliar
maret 2026
> mobil listrik abis batre pas lagi pelarian
> diciduk kpk pas lagi antre ngecas di spklu semarang
> rompi oranye resmi dipake
the persona
> mantan penyayi dangdut yang jadi politisi
> bupati "incumbent" yang terpilih lagi
> klaim nggak ngerti birokrasi
> gaya kepemimpinan "serahkan pada ahlinya" (alias sekda)
the scam (pt raja nusantara berjaya)
> bikin perusahaan keluarga buat monopoli proyek
> pasang asisten rumah tangga (art) jadi direktur boneka
> menangin 17 proyek outsourcing di 21 dinas & rsud
> harga perkiraan (hps) dimanipulasi biar mereka selalu menang
the family business (aliran dana)
> fadia arafiq: jatah 5.5 miliar
> suami (anggota dpr ri): jatah 1.1 miliar
> anak (anggota dprd): jatah 4.6 miliar
> anak kedua: jatah 2.5 miliar
> sisa 3 miliar ditarik tunai buat "operasional"
the cruelty (sisi gelap)
> potong dana stunting 15% (padahal buat gizi anak)
> tukang parkir puskesmas wajib setor 35rb per hari
> kalo setoran kurang, tukang parkir dipaksa nombok pake duit pribadi
> wa group "belanja rsud" isinya foto gepokan duit setoran harian
the defense
> "saya kan cuma mantan pedangdut, nggak paham hukum"
> bilang semua urusan teknis itu kerjaan sekda
> merasa nggak bersalah karena cuma "menjalankan tugas"
> kpk ketawa karena dia udah 15 tahun di politik
status pemkab
> sekda & 12 pejabat sempet diangkut kpk
> kpk bongkar praktik jual beli jabatan (kepala puskesmas 100jt)
> banyak ASN yang mulai "nyanyi" soal tekanan dari atasan
ROT IN THE HELL
#intinyadeh pelecehan seksual sutradara film ke talent di bawah umur.
TS (17thn) daftar casting film thriller, abis casting dichat2in, diminta foto dgn pose2 sensual katanya buat referensi, padahal blm kontrak.
Katanya sutradaranya akan main jg, jd mau bangun chemistry.
(1/2)
🔴Ketua Kopdes Merah Putih di Sleman speak up, ungkap resiko mengerikan, nih yang ngomong pelaku sendiri...
Analisa Risiko Nyata: Satu Koperasi di Satu Desa
Oleh: Bambang Sutrisno
Ketua KDMP Sidokarto, Sleman, DI Yogyakarta
Mari kita hitung sederhana. Dengan kepala dingin, tidak emosi, ini juga saya berpotensi dituding mengeluh atau sambat. Karena biasanya di grup kalau ada yg speak up langsung dituding cengeng, lemah, kakean sambat, keluh kesah bahkan ada yg usul ngeledek : "group diganti jadi group ketua koperasi sambat."
😊🤣
Saya adalah pengusaha UMKM (Usaha Mikir Keluarga Megap Megap). Kalau tulisan salah, saya mohon maaf, wong namanya rakyat ngeluarin uneg uneg, mungkin karena kurang literasi jadinya malah dipandang bodoh. Tapi gak papa, daripada dipendam ..🤭
Ini itung itungan saya wong cilik yg ditunjuk jadi ketua koperasi desa Sidokarto.
Pinjaman: Rp3 miliar.
2.5M untuk bangunan, alat prasarana dan kendaraan.
500 juta modal muter usaha.
Ini utang bosskuh bukan hibah, bunga 4% per tahun.
Jadi begitu kita ready duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran 50 juta / bulan.
Atau
Cicilan: Rp600 juta per tahun
👉Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan:
Jika margin bersih koperasi 5%,
maka harus menghasilkan:
Rp50 juta ÷ 5% =
Rp1 miliar omzet per bulan.
Artinya koperasi harus memutar omzet:
± Rp33 juta per hari, stabil.
Kalau margin hanya 3% (lebih realistis untuk retail sembako), maka:
Rp50 juta ÷ 3% =
Rp1,67 miliar omzet per bulan.
Apakah semua desa punya daya beli sebesar itu?
Belum tentu.!!!
Apakah pengurus koperasi punya pengalaman ngelola duit sebesar itu stabil beberapa tahun?
Coba cek, ketua koperasi yg berlatar belakang pengusaha dengan omzet di atas 1 M sebulan, ada gak?
KDMP bukan bisnis warung kelontong di desa yg omzetnya cuma beberapa desa.
Tapi harus 33 juta perhari. Biar bisa bayar angsuran 50 juta perbulan. Itu belum buat bayar pegawai, SHU dll.
Pegawai digaji, para patriot pengurus koperasi dapat SHU, yg dibayar dengan Yen, yen Ono sisa keuntungan setelah bayar angsuran dan biaya operasional.😊🤭
Skenario Gagal Bayar
1️⃣ Macet Ringan
Koperasi hanya mampu menghasilkan laba Rp35 juta per bulan.
Defisit Rp15 juta per bulan.
Setahun defisit Rp180 juta.
Kemungkinan akan terjadi restrukturisasi.
2️⃣ Macet Sedang
Koperasi hanya mampu bayar Rp25 juta per bulan.
Defisit Rp25 juta per bulan.
Setahun defisit Rp300 juta.
✓Cashflow tertekan.
✓Pengurus mulai disalahkan.
✓Kepercayaan mulai retak.
3️⃣ Gagal Total (Zonk)
Koperasi tidak menghasilkan laba sama sekali.
Lubang Rp600 juta per tahun.
Bunga tetap berjalan.
Status kredit bermasalah.
Sekarang hubungkan dengan kondisi desa yang ruang fiskalnya sudah sempit.
Jika desa harus ikut menopang atau terdampak skema pembiayaan, alias yang bayar utang dibebankan dana desa maka:
✓Pembangunan jalan bisa berhenti.
✓Saluran air tertunda.
✓Program pemberdayaan terpangkas.
✓Infrastruktur kecil desa terancam macet.
Dalam ekonomi publik, ini disebut crowding out:
anggaran pembangunan tersedot untuk menambal risiko usaha.