@ntsana_ Bukannya tertutup, tapi kadang emang lebih baik disimpen sendiri daripada share ke orang lain bahkan ke pasangan sendiri mungkin. Karna bisa jadi kita ga siap buat nerima tanggapan dari oranglain tsb karna ga sesuai dg harapan kita. Kita berhak memilah mana yg hrs dicertkn & tdk
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Orang kalo liat operasi berat kaya operasi pengangkatan tumor atau cangkok jantung selalu dianggap “diambang kematian”, tapi perempuan yang sesar malah dikatain “gak mau susah kayak melahirkan normal”???? Make it make sense.
Jika istrimu bersikap princess & kekanakan, dia sedang menikahi pria.
Jika istrimu bersikap seperti ibu-ibu (doting), dia ibarat menikahi bocah laki-laki.
Jika istrimu bersikap seperti laki-laki, dia sedang menikahi princess.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
Memilih diam itu lebih baik, drpd kita harus berperang dgn ego dan emosi org lain
Ikhlaskan saja, org lain ingin memandang kita baik atau buruk
Krn seseorang yg sudah berfikir negatif tentang kita tidak akan pernah melihat sisi baik dari apa pun yang kita lakukan selama ini.