Gimana sih pertolongan pertama saat emosi/marah/benci/sakit hati tapi biar ga jadi penyakit?
Nama metodenya R.A.I.N, metode ini diajarin temenku yg psikiater biar lebih mindfulness dan meredam emosi supaya ga jadi tekanan batin:
1. R - Recognize
Identifikasi perasaan kita, "aku merasa sakit hati", "aku merasa marah", dsb
2. A - Allow (or Accept)
"Wajar klo aku marah karena omongannya nyakitin banget", dsb
3. I - Investigate
Investigasi efek di diri, "Saking marahnya tenggorokanku terasa tercekat", "saking sedihnya sampe dadaku sakit"
4. N - Nurture
Sayangi diri sendiri, tenangin diri dengan segala kelebihan kita:
- "engga ko, aku tau bahwa aku ga seperti yg dia bilang, aku cerdas, baik, dsb apa yg dia omongin ga bener"
- "dia gatau aku kyk gimana, makanya ngomong seenaknya" dsb
Supaya lebih lega jg bisa dengan ditulis ya.
Jangan malah: "ih kata dia aku bego, iyani emang aku bego ga bisa apa2" itu namanya jahat ke diri sendiri, klo diterusin bisa depresi.
Jadikan diri kita orang yg paling sayang ke diri sendiri. Karena yg bisa menyelamatkan diri kita, ya kita sendiri (dan Allah tentunya).
Jika sulit mengurai harus minta bantuan psikolog/psikiater ya:
Jangan nunggu sampe depresi dulu, krn klo depresi otaknya jd berkabut (brain fog) ga bisa berpikir jernih dan malah jd repot sendiri krn jd penyakit, sedangkan orang yg dibenci malah lg menikmati hidup.
Semoga bermanfaat 😊👍
Dalam sebuah podcast, Deny Sumargo pernah bertanya kepada Chika, ibu dari Kenneth, bayi yang viral karena kemampuan belajarnya sejak usia sangat dini.
"Kalian pernah cek ke dokter nggak sih, kok Ken bisa secerdas itu?"
Jawaban Chika justru membuat banyak orang berpikir.
"Kalau kata dokter, sebenarnya semua bayi punya potensi. Yang membedakan adalah apa yang diberikan orang tuanya selama 1.000 hari pertama kehidupan."
Menurutnya, stimulasi tidak dimulai saat anak lahir, tetapi bahkan sejak masih di dalam kandungan.
Saat usia kehamilan sekitar 28 minggu, ketika pendengaran janin mulai berkembang, mereka rutin mengajak bayi berbicara. Bahkan sang ayah sering membacakan buku, bukan agar bayi langsung memahami isinya, tetapi supaya terbiasa mendengar suara orang tuanya.
Setelah lahir, Kenneth dikenalkan dengan buku hitam putih (contrast book) saat tummy time untuk membantu stimulasi penglihatan sekaligus melatih otot leher dan motoriknya.
Saat memasuki usia sekitar tiga bulan, ia mulai dikenalkan pada buku dengan berbagai tekstur untuk merangsang indra peraba dan membiasakannya mengeksplorasi berbagai sensasi.
Ketika mulai bisa menunjuk benda, orang tuanya juga tidak langsung mengambilkan apa yang diinginkan.
Mereka mengajak Kenneth berkomunikasi.
Misalnya, "Adik mau yang ini? Ini namanya tisu."
Cara sederhana seperti itu membantu memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan berpikirnya.
Yang paling menarik, orang tuanya mengatakan bahwa mereka tidak mengejar anak yang sekadar pintar secara akademis.
Mereka lebih mengutamakan adab, kemandirian, kemampuan bernalar, dan nilai-nilai kehidupan.
Bagi mereka, kepintaran hanyalah bonus.
Terlepas dari kisah Kenneth, penting diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Tidak semua anak akan mencapai kemampuan yang sama pada usia yang sama, dan itu bukan berarti ada yang gagal. Faktor seperti kesehatan, lingkungan, stimulasi, serta perbedaan individu juga berperan besar dalam tumbuh kembang anak.
Menurut kalian, seberapa besar pengaruh pola asuh dan stimulasi di rumah terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan faktor bawaan atau genetik?
terharu banget liat video ini huhu 😭
waktu hotel ini mau dibangun, pengelolanya menemukan kalo lokasi tersebut ternyata udah lama jadi jalur kawanan gajah menuju pohon mangga liar.
akhirnya, jalur itu tetap dipertahankan.
jadi, kalo kita nginep di sini pas musim mangga, tamu diminta memberi jalan sambil menikmati momen langka ini dari jarak aman.
bahkan lobi hotel sengaja dibuat terbuka supaya gajah bisa melintas lewat resepsionis menuju pohon mangga favorit mereka 🥹❤️
Ada info ga Dubes pas datang kesana dibacakan ayat apa?
Soalnya delegasi2 asing yang datang untuk memberi penghormatan dibacakan ayat al quran tertentu.
Kayak Delegasi Malaysia yang diwakili Menteri Pertanian Muhammad Sabu.
Qarinya melantunkan surah Ali Imran ayat 104
"وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
Kebetulan saat Iran diserang, Malaysia termasuk negara yang mengecam keras. Anwar Ibrahim bahkan mengecam sikap Barat yang pilih kasih soal serangan ke Iran.
'Jangan digangguin, beda kelamin'
Jadi ada mba-mba kisaran seumuran anak SMA, lagi makan ice cream di pinggir jalan sambil nunggu temennya. Tiba-tiba bapak-bapak nyamperin terus ngegodain. Si mba-mba risih dan jalan menjauh biar ga diganggu, tetapi malah diikutin dengan terus digodain.
Untungnya ada bocil akamsi yang lagi main bola, mereka langsung sigap jadi garda terdepan mba-mba itu sampe nyuruh mbanya lari dari si bapak.
Respect banget sama orang tua dan lingkungannya yang bikin anak kecil itu uda pada paham masalah begini👍
ini bener. krisis qowwam dimulai sejak pengasuhan orang tuanya.
banyak orang tua yg tanpa sadar terlalu memanjakan anak lakinya tapi keras ke anak perempuan
“udah udah, masa laki laki di dapur”
“dah sana kamu otak atik mobil/motor/komputer aja, beberes rumah biar ibu/sodara perempuanmu”
dll
inilah awal mula neraka rumah tangga bagi anak org lain kelak. punya istri tapi semua masalah rumah dibebankan ke istri.
laki laki ga qowwam begini bukan dari lahir begini. pola pengasuhan orang tuanya punya andil besar dlm membentuk dirinya
ini bener. krisis qowwam dimulai sejak pengasuhan orang tuanya.
banyak orang tua yg tanpa sadar terlalu memanjakan anak lakinya tapi keras ke anak perempuan
“udah udah, masa laki laki di dapur”
“dah sana kamu otak atik mobil/motor/komputer aja, beberes rumah biar ibu/sodara perempuanmu”
dll
inilah awal mula neraka rumah tangga bagi anak org lain kelak. punya istri tapi semua masalah rumah dibebankan ke istri.
laki laki ga qowwam begini bukan dari lahir begini. pola pengasuhan orang tuanya punya andil besar dlm membentuk dirinya
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Gue makan gorengan tiap hari. Kopi manis pagi siang.
Mie instan jam 11 malam. Tidur berantakan, sering ketiduran di sofa depan TV.
Istri gue kebalikannya. Makan sayur. Rutin olahraga. Tidur teratur. Waktu cek kesehatan bareng, gue pikir gue yang bakal kena tegur.
Tapi yang diminta duduk lebih lama sama dokter...
bukan gue.
Istri gue. Dan gue bingung.
Tapi dokter engga.
yaa iyalah, beliau kan baca hasil lab. Bukan baca emosional