Ini kalo kata mentor kalo punya usaha dengan boot strapping (modal sendiri) bisnisnya harus bisa jadi bisnis sapi perah, alias bisa ngehasilin setiap hari.
Usaha pertama gue bisa dibilang idealis. Keren doang, masuk semua TV , ngisi seminar dimana mana. Tapi duitnya? Boro2.
Akhirnya beralih ke bisnis yg lebih umum dan lebih profit. Prasmanan. Keren? Boro2 keren. Prasmanan mau keren gimana sik.
Tapi duitnya? Alhamdulillah ada.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?
Kenapa open forum dan dialog dianggap gak napak tanah? Why is that? Apa itu makna secara implisit kalian yg menilai kalo masyarakat kita masih tolol dan gak siap diajak diskusi yg egaliter?
Justru kulihat kampanye Desak Anies pengen coba meruntuhkan barrier atau stigma itu.
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia.
"saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie)
sederhana tapi prabowo ga bisa
@tanyarlfes GUE BISA DAPAT PRESIDEN KAYAK GANJAR DAN ANIES😭 GUE BISA DAPAT INTERNET GRATIS KALAU GANJAR JADI PRESIDEN 😭😭 GUE BISA DAPAT BANTUAN KELAS MENENGAH😭
DAN YANG GUE DAPATKAN PRABOWO, ASU ASU 😭😭😭😭 GUE GADAPAT MBG ANJGGGGGGGGGGG KONTOL LU😭😭
@tanyarlfes 1 sama 3 ada suara warga dalam pengambilan keputusan, sedangkan no 2 gak ada. Lalu sekarang pemilihnya pada kaget kalau ni orang ternyata bebal anti kritik, semau-maunya bikin kebijakan dan gak mau dengerin suara rakyat 😂
@tanyarlfes COK itu no 1 yg program utama bantuan kelas menengah butuh bangett wooyy, GILAK YA LU PADA YG MASIH HIDUP PAS PASAN KOK GA TERGIURR!!! Org miskin dapet batuan, bebas pajak. Lah kita yg diatas sedikit garis kemiskinan dibantu kgk, pajak gede iya. Bangsattt lahhh
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.
Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
Di tengah ramainya peradilan Nadiem dan mas Ibam, barusan aja ngobrol dg istri,
Sebenernya pak Anies ini selain pinter jg hebat ya. Setelah masa jabat gubernur dki dan bertarung di pilpres pak Anies ga kena kriminalisasi pengadilan atau sebagainya. Entah strategi apa yg beliau lakukan. yg kami tahu beliau melangkah di politik ini seperti bermain catur. Harus dipastikan tiap langkahnya aman.
Inget di masa tenang pak Anies blg kalau terpilih berarti amanat kalau ga terpilih berarti selamat.
Sehat2 aman selamat sekeluarga pak!
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
Gue inget banget ini dibahas secara singkat di Debat Capres 4 Februari 2024.
Ada tiga persoalan mengenai isu perempuan, yang pertama kekerasan terhadap perempuan (termasuk catcalling), kedua pemenuhan daycare bagi perempuan yang bekerja, dan penyetaraan upah perempuan dengan laki-laki.