Pernah tak? You busykan diri you untuk hilangkan rasa sedih. But end up, you still sad and depressed. You can't hold it anymore, and finally you cry because it really hurt your feelings.
baru ini lah mau izin gak ngantor krn anak sakit aja bimbang, bukan krn apa sebenarnya tp lebih ke males dengerin sindiran bin sarkas di kantor aja🙂↔️
sumpah lebih milih disuruh sosialisasi seharian dah dr pada anak sakit
yg paling sulit kalo anak sakit tuh adalah ngebatasin anak yg satunya biar gak deket2 krn takut nular 😌 udahlah dikasih tau makin di deketin sama abangnya hehhh
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!
Kelakuan pejabat2 di +62 udah lah menikmati fasilitas mobil mewah dari uang rakyat,masih juga minta diistimewakan di jalan seolah2 urusan dia paling penting dan urusan rakyat pengguna jalan lainnya nomer sekian