the problem with AI isn't just that it's ugly and lazy, it's indicative of a culture uncaring about everything. you have to care about something. you have to care about what you're putting out in the world. you have to make effort somewhere so people can perceive it.
Honestly, gua gak peduli sama sekali sama argumen-argumen red herring "Identitas minoritas itu alami atau bukan, ada gennya atau tidak, dll"
Banyak identitas di dunia ini bukan alamiah karena religiusitas, suku, masyarakat adat. Masa harus dipukulin just based on that? Bego
indon people need to learn kalo human rights itu intersectional. Apa maksudnya intersectional? Artinya hak asasi manusia nggak bisa dipisah berdasarkan satu identitas aja. Ketika hak satu kelompok bisa dicabut, sebenarnya hak kita semua sedang dibuat lebih rapuh.
Today, queer people yang dilabeli as ancaman negara. Today, queer people yang dijadiin center of hate. Let’s say tomorrow we’re all gone, atau “convert back to straight” seperti yang kalian inginkan.
Emang diskriminasi akan selesai? Nggak, Hate selalu butuh target baru
again. gue hetero, tapi sebagai minoritas kalimat seperti ini udah biasa gue denger.
“lu bersyukur aja di sini masih bisa hidup, kalo kami intoleran lu semua udah mati.”
SURVIVING is not the equal with LIVING.
wake up people. dulu suku. ras. agama. sekarang orientasi seksual dan gender. do you think you’re safe and will be excluded? who knows what reason they will find tomorrow to pick on you and persecute you?
and by then no one will stand up with you because you’re the only one left.
We cannot consider #AI to be morally neutral. In reality, every technical tool embodies choices and priorities through what it measures, ignores, and optimizes, and how it classifies people and situations. Ethical discernment cannot be limited to asking whether we are using a system for good or bad purposes. It must also examine how that system is designed and what vision of the human person and society is embedded in the data and models that guide it. #MagnificaHumanitas
KITA BUKAN KARYAWAN DALAM BERNEGARA
Jangan mau disamakan kehidupan berwarganegara dengan kehidupan ngantor.
Emangnya KAMU DIGAJI ama negara?
Yang ada KAMU TU DISURUH BAYAR PAJAK untuk MENGGAJI PENYELENGGARA NEGARA.
Modal dan biaya operasi negara itu dari kita. Kita ini INVESTORNYA.
Jadi ya BERHAK UNTUK BERSUARA.
Yang namanya investor ya ga mau tau, dia serahkan ke wakilnya (CEO) untuk beresin dan urus perusahaannya.
Sebagai rakyat kita ini BAYAR pejabat bukan DIBAYAR.
Stop berpikir kayak kita ini kacung pejabat. Mereka itu kita yang BAYAR.
Jadi gini yaa antara dunia kerja & konsep bernegara itu beda konteks guys..
1️⃣ Dunia kerja bukan panggung demokrasi dan kebebasan pendapat.
2️⃣ Dunia kerja adalah tempat adalah tempat di mana otoritas selalu benar.
3️⃣ Risiko perusahaan ditanggung paling besar oleh founder dan pemilik perusahaan bukan karyawan. Karyawan dapat gaji tetap.
4️⃣ Pindah tempat kerja suka-suka diri. Bahkan bikin sendiri pun bisa.
5️⃣ Masuk perusahaan itu bukan lotere. Tapi krn perusahaan perlu skill elu.
Klo dalam konteks dunia kerja, kita adalah karyawan, TAPI INGAT! KITA BUKAN KARYAWAN DALAM BERNEGARA
1️⃣ Negara dibangun bersama atas dasar demokrasi dan kebebasan berpendapat.
2️⃣ Dalam demokrasi, pejabat tidak selalu benar.
3️⃣ Warga Negara berusaha DAN BAYAR PAJAK. Kalo ada apa2 dengan negara SEMUA WARGA NEGARA KENA.
4️⃣ Pindah negara tidak mudah. Apalagi bikin negara sendiri.
5️⃣ Jadi warga negara itu lotere geografis. Bukan karena kompetensi kamu.
Jangan mau disamakan kehidupan berwarganegara dengan kehidupan ngantor. Karna emg beda.
Emangnya KITA DIGAJI ama negara?
Yang ada KITA TU DISURUH BAYAR PAJAK untuk MENGGAJI PENYELENGGARA NEGARA.
Modal dan biaya operasi negara itu dari kita. Kita ini INVESTORNYA. Jadi ya BERHAK UNTUK BERSUARA.
Yang gw singgung di awal tweet itu soal "DUNIA KERJA GA SUKA TUKANG PROTES" 👌
Credit to bg @lynxluna yg udh bantu kasih insights
Mahasiswa tidak boleh menyampaikan pendapat di Bundaran HI karena itu pusat masyarakat,
Mungkin demonya harus bilang Prabowo menistakan agama dulu baru boleh.
Emang di Bundaran HI lebih efektif. 5km is a very long walk tp imagine orang2 yg mereka lalui lihat semuanya. Berangkat start di 1500-3000 demonstran, dan mereka deploy 4000. Who knows at the end of the day akan banyak warga yg ikut turun dan massa bertambah. ACAB gabisa nangkep semua orang. Stay safe everyone! Jaga kanan kirinya!