Dua puluh tiga tahun
Isi kepala macam kapal pecah
Secangkir espresso di atas meja
Meneguk dua-tiga, berpuluh kegagalan dengan gembira
Dua-tiga
Ditikam realita
Visi kabur dibawa asap swasta
Berusaha dewasa
Sebijak Sadewa
Maaf ibu..
Anak laki-lakimu
Belum bisa membawa bahagia
Pernah ku dengar suatu syair. Ada 2 konsekuensi ketika kamu ingin melupakan seseorang. Jika dikarenakan kamu membencinya, ia akan memenuhi pikiranmu. Jika dikarenakan kamu ingin menghapus kenangan tentangnya, ia akan menetap dihatimu.
Kuharap aku bisa menghilang darimu.
PBNU, N nya Nambang
PPMU, P nya Perusahaan Pertambangan.
Dipisahkan oleh qunut, disatukan oleh tambang.
Dipisahkan oleh Tahlil, disatukan oleh Bahlil.
Wkwk kocak2 nih plesetan warga
Tanda-tanda seorang pemimpin yang mulai menjadi diktator adalah menciptakan angka popularitas tinggi. Hingga akhirnya angka-angka itu sengaja diciptakan melalui kecurangan. Popularitas dengan cara curang itu kelak akan dibuat sebagai konstruksi legalitas dalam mengawetkan kekuasaannya.
Pada pertengahan tahun 1989, diktator Rumania Nicolae Ceausescu mengklaim bahwa 98,8% rakyatnya menyetujui dia untuk tetap berkuasa. Pada akhir tahun yang sama (menjelang Natal 1989), Ceausescu dihujani batu oleh rakyatnya ketika berpidato. Dia lalu ditangkap dan ditembak mati bersama isterinya di halaman gedung pengadilan Targoviste, pada 25 Desember 1989.
Pada tahun 2019, Kim Jong Un memenangkan 100% suara di Korea Utara dengan "approval rate" 99,99% yang diumumkan beberapa minggu sebelum Pemilu. Kim lalu mengumumkan angka-angka itu ke seluruh dunia sebagai bukti bahwa rakyat Korea Utara mencintainya.
Dalam "The Dictator’s Handbook", Bruce Bueno de Mesquita dan Alastair Smith menulis bahwa ketika seorang pemimpin merasa berada dalam popularitas tertinggi, maka dia akan melakukan upaya apapun untuk tetap berada di puncak. Pemimpin itu akan menggunakan cara-cara diktator agar secara personal popularitasnya tidak dapat tergantikan.
Sejarah membuktikan, seorang pemimpin yang enggan meninggalkan kekuasaannya, cenderung meyakinkan publik dengan angka-angka. Dia berusaha meyakinkan orang-orang bahwa antara 70% dan 99,9% populasi masih menganggapnya hebat. Ini dilakukan dengan harapan pesaing yang mengejarnya tidak akan bisa menyingkirkannya, atau setidaknya tidak membahayakannya.
Untuk itu, setiap diktator menyukai jajak pendapat yang dimanipulasi dengan basis kepatuhan paksa. "dia akan berupaya keras menciptakan ilusi legitimasi, stabilitas, dan popularitas melalui angka-angka yang berkesan empiris dan akademis", kata The Dictator's Handbook.
Emang kudunya pak anies teh menyangkal langsung statement2 pendukung yg kek org2 suci itu, baik ketika orasi langsung atau buat forum/ prescon. Kalo mendiamkan ya sama aja, masa timsesnya kaga ada yg bilangin gini sih wkwk
@sultonafkhar Kita butuh mentri penerangan, pliss era buzzer dihapuskan. Kita sudah siap dgn era paling baru -red:neo orba
Itu ngapain lg ada grace natalie, haduh
Ah ngomongin demokrasi mulu, ini juga suka dipake sama pendukung machiavelli & kaum denial itu, "kalo bukan demokrasi, lu tgl 14 February kemarin ngapain anj".
Aah capek, pengen makan siang gratis aja lah 🫡
OK GAS OK GAS
Mengutip dari On Liberty karya John Stuart Mill, dominasi mayoritas bisa jadi tirani mayoritas. Mayoritas tidak menentukan kebenaran/nilai, yg alih2 malah kepalsuan. Efeknya individu2 yg menginginkan kemajuan, kesejahteraan & memimpikan utilitarianisme jadi terpinggirkan.
Mungkin moral bkn suatu yg penting buat mereka? Ini cocok u/ org2 pragmatis yg menganut paham machiavelli, politik tanpa moralitas, menghalalkan berbagai cara buat menang. Kalau yg katanya silent majority itu, mereka memilih karena riset & gk bersuara/ karena kebawa propaganda?