Mau resign supaya di acc pake alasan kesehatan mental, kl pake hasil dari online bisa ga ya kirakira? Selama kerja juga gapernah tenang, tahun kemarin di bully habis2an. Dan ya sekarang udh nyerah gakuat
semua orang harus tau website belajar bahasa ini!
- mandarin: https://t.co/92ERb0OvCh
- korea: https://t.co/8HjWtcX3Kb
- perancis: https://t.co/T7kKUrvLVw
- jerman: https://t.co/VBDe1Ef6Ch
- inggris: https://t.co/Sh6KtRZoHq
- jepang: https://t.co/h4UcTNysrX
Anakku, 18 tahun, meninggal mendadak tiga tahun lalu. Minggu lalu, orang asing kirim pesan, "Anak ibu nyelametin hidup saya. Saya harus ketemu ibu." Aku kira soal donor organ, tapi dia dateng ke kedai kopi tempat kita janjian.
Begitu liat mukanya, aku pucat. Perempuan ini temen sekelas anakku waktu SMA, yang hampir setahun jarang masuk sekolah. Aku inget wajahnya dari buku tahunan yang anakku simpen di kamarnya.
Dia duduk di depanku, tangan gemeteran, cerita semuanya.
Katanya, tahun itu dia berjuang sendirian, gak ada temen, sampai hampir nyerah total.
Anakku sadar. Dia mulai nitipin catetan kecil di lokernya, kayak "Kamu penting." "Besok butuh kamu ada." Dia anterin perempuan itu ke kelas pas gak ada yang mau noleh. Dia gak pernah cerita ke siapa-siapa. Perempuan itu bilang anakku chat dia tiap malam selama lima bulan, cuma mastiin dia baik-baik aja.
Dia keluarin hapenya, nunjukin ratusan chat. Yang terakhir, dikirim pagi sebelum anakku meninggal, bunyinya, "Hei. Cuma mau cek kabar. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira."
Dia natap aku, bilang, "Saya masih hidup karena anak ibu berani baik walau gak ada untungnya buat dia sendiri." Aku genggam tangannya lintas meja, sadar kebaikan diam-diam anakku ternyata kekuatan terbesarnya.
cc : rgjan03
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah