Anne Of Green Gables — udah kubaca puluhan kali kayanya (bahkan series yang tahun 1985 atau yang di netflix Anne with an E udah ku rewatch berulang2)
Ketemu novel ini gak sengaja, iseng beli karena kepincut judul "Anne Of Green Gables" di tahun 2017 karena dibikin penasaran "apa itu Green Gables?"
Kupikir novel fantasi, aku gak baca blurbnya sebelum beli.
Saat aku baca, agak bosen karena itu pertama kali aku baca novel roman klasik, yang identik dengan narasi panjang dan detail buat deskripsiin keadaan sekitar.
Terus sempet ngerasa novel ini agak cringe, karena tiba2 Anne ngobrol sama pohon😭 terus ngasih nama danau dengan dramatis—mata terpejam sambil bergumam "Lake of Shining Waters"
Tapi... anehnya, aku ngerasa relate🫠 karena aku juga se cringe itu. Semakin aku baca, aku semakin ngelihat pantulan diriku di dalam dirinya Anne.
Sifatnya yang meledak2 kalo marah, impulsif, dan suka berimajinasi (kayak hidup di dunianya sendiri, karena seumur hidupnya tinggal di panti asuhan dia gak punya temen deket, penuh kefrustasian karena dibully).
Di umurku 14 tahun, aku merasa, Anne kayak ngajak ngobrol traumaku. Nemenin perkembangan karakter dia, sampai jadi seorang perempuan dewasa, bikin aku yang kepikiran buat mengakhiri hidup saat itu, kembali nemuin alasan hidup lagi.
Novel ini termasuk nyelametin aku, di masa2 terpuruk tiap tahunnya.
@tanyakanrl pakai trik burger kak: roti-daging-roti, jadi pujian-pernyataan asli-pujian. Misal gini: "enak banget bes, tapi pakai perasan lemon kah? atau sausnya merk apaa? soalnya agak asem. Tapi makasih yaa, aku suka banget sama pizzanya!"
aku juga mau coba sharing singkat pengalaman penyakit wanita serius akibat makan SEBLAK, DIMSUM, GEPREK, ACI, GORENGAN, dan PEDES PEDESan lainnya
gejalanya hanya bisa dideteksi dari diri sendiri!
ini film stress. STRESSS. gue jadi makin trust issue, even sama orang baik. cuma anehnya gue suka tipe film kayak gini. singkatnya film ini menceritakan seorang ibu yg ngikutin sekte sesat demi anaknya hidup lagi, tapi dengan ngorbanin anak-anak lain. dibanding horror, menurut gue film ini penuh dengan kesedihan, trauma, dan thriller
pesan moralnya, Tuhan itu di atas segala-galanya. jangan pernah punya transaksi sama iblis karena takdir Tuhan itu mutlak
rate: 8.5/10
Yang lagi ramai gaes...
Calon Paskibraka di Sulawesi Selatan Cathlyn (Chindo) kena diskualifikasi karena dianggap
nggak bisa bahasa daerah...
Tapi yg bikin netizen marah, penggantinya datang antah berantah, Cathlyn ini rangking 3, seharusnya penggantinya dari urutan di bawahnya..
Sedangkan ini yg gantiin (hijab) dari rangking diluar 10 besar... Ayo netizen kerja, ini anaknya siapa kebelet mau jadi Paskibraka...
cc:threadutasdigi
Gua rasa, penulis laki-laki yang paling bagus menulis soal perempuan itu Pramoedya Ananta Toer. Coba aja baca karya dia:
- Gadis Pantai
- Panggil Aku Kartini Saja
- Bumi Manusia
- Arus Balik
‼️ BERBAHAGIALAH KALIAN YANG MASIH DAPAT BERIBADAH DENGAN RASA TENANG DAN AMAN ‼️
Hari ini, sebuah insiden terjadi sekitar pukul 12.15 WIT, tepat saat jemaat selesai mengikuti ibadah dan meninggalkan gedung gereja, di mana sebuah ldakan dilaporkan terjadi di area halaman gereja.
Akibat serangan itu, sedikitnya lima warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka dan dalam kondisi darurat medis. Beberapa korban yang telah teridentifikasi antara lain Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau.
Sementara korban lainnya masih dalam proses pendataan karena situasi keamanan di lokasi belum kondusif.
Pastor Yanuarius Yance Wadogaudi Yogi, Pr, selaku Dekan Imam Dekanat Moni-Puncak di Keuskupan Timika bergerak bersama jemaat dan warga untuk mengevakuasi korban. Dua korban luka telah dibawa ke RSUD Intan Jaya guna mendapatkan penanganan medis.
Berdoalah bagi bangsa kita, Tuhan kasihanilah! ✝️☦️
💚 maaf bgt reupload, tapi ini yg bookmark 24 yg komen cm 1 akun (makasih bgt😭) aku butuh bgt ilmu kalian guys, tolong bantu ya panjangin kata buat essay 😭
contoh : karena = hal tersebut dapat terjadi apabila
jadi = oleh sebab itu
semoga bahagia ya kalian semua
Tere Liye. JK Rowling. Ahmad Dhani. Nobuhiro Watsuki.
Mereka yang bikin aku punya prinsip: menyukai karya tanpa menyukai pembuatnya itu sah-sah saja.
Tapi prinsip ini punya batasnya.
Pertanyaannya bukan "boleh atau tidak", tapi sejauh mana kelakuan "problematik" seseorang masih bisa kita abaikan?
Karena ada perbedaan besar antara:
salah ngomong,
beda ideologi sama kita,
toxic di sosmed,
attitude buruk,
php-in orang / genit,
misoginis / sexist / homophobic,
rasis / intoleran,
plagiat,
manipulatif,
selingkuh,
korupsi / tipu-tipu,
KDRT / kekerasan fisik,
pelecehan seksual,
pedofilia,
sampai pembunuhan.
Semuanya memang bisa disebut "problematik". Tapi bobot moralnya jauh berbeda
Ketika seorang kreator sudah melewati batas, apalagi sampai ada korban, ada baiknya kita berhenti mengkonsumsi karyanya.
Kenapa?
Karena menikmati karya seseorang itu bukan tindakan yang netral.
Setiap pembelian dan konsumsi adalah bentuk dukungan, entah kita sadar atau tidak. Popularitas memberi kekuasaan. Dan di sisi lain, korban bisa semakin terluka ketika pelaku masih terus dipuja.
Ini terutama relevan kalau pelakunya masih hidup, masih dapat royalti, masih aktif berkarya, atau pakai fandom sebagai tameng dari kritik.
Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan untuk terus bersinar.
Tapi sebelum memutuskan untuk cancel total atau tetap konsumsi karyanya, sebaiknya kita pertimbangkan dulu:
Seberapa berat kesalahannya?
Apakah tuduhan sudah terbukti?
Apakah dia menyesal dan berubah?
Apakah konsumsi kita memberi keuntungan langsung ke dia?
Apakah karyanya sendiri mengandung propaganda yang berbahaya?
Apakah kita masih bisa mengkritik orangnya sambil tetap menikmati karyanya?
Jawabannya mungkin berbeda-beda untuk setiap orang.
Mungkin ada karya yang susah banget dilepas, karena pernah menemani masa paling berat dalam hidup, sudah terlanjur jadi bagian dari identitas, atau punya nilai emosional yang dalam.
Manusiawi kok, membuang semua keterikatan itu, tentunya tidaklah mudah.
Jadi, gapapa jika kita sanggupnya untuk bilang dalam hati:
"Karya ini memang berarti buat hidupku. Tapi pembuatnya tetaplah orang yang buruk."