help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
help rt]
aku mau clearance sale koleksi pribadi merch seventeen karena sudah stop collect.
aku gatau pasaran harganya, boleh ditawar ajaa yaaa 🫶🏻
(details di thread)
Hari ini, 1 Mei 2025.
Dan kita akhirnya sampai di titik ini:
Promotor tidak mengirimkan SN/QN ke pihak ketiga (Tiket dot com),
padahal konser tinggal satu hari lagi.
Akhirnya, Tiket angkat tangan.
Mereka bilang:
“Belum ada kabar dari Mecima, semua harus refund. Ini prosedur darurat.”
Karena kalau dibiarkan lebih lama,
kerugian makin besar, buat kalian para pembeli, juga buat mereka selaku pihak ketiga.
Tapi Mecima, dalam rilisnya, bilang:
“Kalau masih mau nonton, gak usah refund ke Tiket ya.
Isi form dari kami aja.
SN/QN bakal dikabarin (entah kapan).”
Bayangkan. H-2.
Masih pakai “nanti dikabarin”.
Ini bukan ketidaksiapan.
Ini pengkhianatan terhadap akal sehat.
Karena hari ini kita belajar,
bahwa sistem bisa diam,
tapi kebodohan yang diulang-ulang akhirnya membentuk pola.
Dan promotor tersebut hari ini mempermalukan dirinya sendiri.
Bagaimana bisa dua pihak saling bertolak belakang memberi instruksi,
sementara MyDay yang sudah bayar, harus main tebak-tebakan nasib?
Bagaimana bisa seat number dan queue number hak paling dasar dari tiket konser malah terasa seperti hadiah hiburan yang harus diminta pakai kepala tertunduk?
Kalau Mecima tidak mampu kirim SN/QN ke Tiket selaku mitra resmi,
kenapa jual tiket via mereka?
Kalau datanya tidak transparan,
kenapa berani ambil alih distribusi last-minute seperti ini?
Besok, konser mungkin tetap berjalan.
Tapi kalau kamu masih mempertimbangkan beli dari calo, tolong diingat:
ini bukan soal konser lagi.
Ini soal martabat kalian sebagai pembeli.
Biarin aja kursinya kosong.
Biarin aja para member tahu kalau di balik itu promotornya yang membuat chaos.
Biarin aja JYP & BNJ tahu,
kenapa takut, kan masalahnya bukan di fans?
Masalahnya ada di promotor yang hancur secara sistem dan etika.
Gak usah kasihan sama artis kalau venuenya sepi.
Kasihani dirimu sendiri yang sudah bayar lunas, tapi harus mengemis demi nomor antrian.
Padahal itu…
bare minimum.
Kita bisa kok meramaikan. Tapi bukan di dalam venue.
Kita bisa kok bersatu dan hadir. Tapi bukan untuk tunduk.
Besok Sabtu, bawa tubuhmu, bawa suaramu.
Tapi jangan bawa dompetmu ke calo atau ke promotor tersebut.
Jangan isi lubang yang mereka gali dari kelalaian mereka sendiri.
Karena sekali kita membiarkan ini,
sekali lagi kita kompromi demi “momen”,
maka promotor yang buruk akan terus merasa aman.
Akan terus merasa benar.
Jangan diam.
Jangan lunak.
Jangan lupa:
yang kalian hadapi bukan sekadar kesalahan.
Tapi sistem yang menormalisasi ketidaktertiban
dan mengharapkan kalian tetap tepuk tangan.