Di tahun-tahun politik seperti hari ini, NU menjadi seksi. Bayangkan, kepengurusan NU bahkan mengakar sampai ke tingkat Ranting (Desa). Ada puluhan juta anggota resmi NU dan jutaan lainnya sebagai "Nahdliyin" kultural, satu kekuatan "kohesi bumi dan langit" yang terbentuk secara terstruktur dan non-struktur yang tidak dimiliki oleh Ormas manapun.
Lalu banyak politisi mendadak NU. "Ritual" 5 tahunan yang bagi kalangan Nahdliyin tidak lagi menjadi barang baru. Sejak era pra-kemerdekaan hingga pasca-kemerdekaan, NU seolah tanah lempung yang kenyal tapi lentur. Disasar oleh penjajah, dipersekusi oleh PKI, dicurigai pada era Orde Baru dan berusaha dipecah belah setelah reformasi.
Pada setiap periode politik, NU adalah organisasi yang tidak pernah dijauhi tapi kadang dimusuhi untuk dijadikan kawan, dan kadang didekati justeru untuk dilemahkan. Tapi begitulah pohon besar, yang harus terus menghasilkan buah yang sama dalam setiap perbedaan musim.
NU telah bertekad untuk kembali kepada "Khittah 1926", tidak mau lagi berpolitik praktis. Tapi sebagai organisasi besar, NU mau tidak mau akan selalu jadi planet yang dikelilingi orbit politik. Satu takdir yang tentu saja tidak bisa dihindari. Yang penting satu saja; jangan pernah memecah belah dan merusak NU.
Para Nahdliyin kebanyakan memang lugu, tapi seharusnya masih memiliki insting yang tajam dalam menilai para politisi yang "mendadak NU", bahwa "belanda tetaplah belanda".
Semakin saya mengenal Bapak @Jokowi, semakin saya memahami besarnya rasa cintanya terhadap Indonesia.
Terima kasih atas teladan kepemimpinan yang tegak lurus untuk kepentingan bangsa.
Selamat datang di Abad Kedua Nahdlatul Ulama.
Wahai abad kedua rengkuhlah kami dalam berkah dalam harapan dalam prasangka baik akan ridho Allah, pertolongan Allah Yang Maha Rahman Yang Maha Esa.
Selamat Datang di Abad Ke-2 Nahdlatul Ulama (NU)
Sebagai cikal-bakal lahirnya NU, berikut Pesantren-pesantren yang usianya lebih dari satu abad.
https://t.co/oLWeNHgMJE
--- utas ---
1.
SHALAWAT ASYGHIL berkumandang di hari pertama abad ke-2 Nahdlatul Ulama dengan balutan suara simfoni.
Bbrp kali mataku basah saat menulis aransemen Shalawat ini. Ada getaran yg mengharukan saat merangkai harmoninya. Ada rasa yg sulit dijelaskan saat merajut orkestrasinya.
Kepedulian anda sangat membantu warga masyarakat lain yang membutuhkan
Yuk salurkan infaq / sedekahmu melalui Rekening LAZISNU WEDOMARTANI
Sedekah/Infaq :
#BSI : 720 3237 116
#BPD DIY SYARIAH : 801 211 018 447
Narahubung dan Konfirmasi Donasi : 0821-7000-1926
Penyerahan Santunan Dono Pangruktiloyo kepada keluarga Shohibul musibah anggota pemegang kaleng infaq LAZISNU Wedomartani, Mudah"an Almarhumah Husnul khotimah, di terima amal ibadahnya, di ampuni segala dosanya dan keluarga yang di tinggalkan di paringi kesabaran dan ketabahan
Penyerahan Santunan Dono Pangruktiloyo kepada keluarga Shohibul musibah anggota pemegang kaleng infaq LAZISNU Wedomartani, Mudah"an Almarhumah Husnul khotimah, di terima amal ibadahnya, di ampuni segala dosanya dan keluarga yang di tinggalkan di paringi kesabaran dan ketabahan
Alhamdulillah berkat sedekah dan infaq dari para donatur, banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat. Salah satunya Bapak Suroso (53) yang dapat tersenyum karena telah memiliki kaki palsu.
#lazisnudiy#difabel#sedekah#infaq