The way people act as if you have to be part of the oppressed group to stand up against oppression and recognise injustice tells me that a lot of people are actually performative in their stances against oppression. You just have to be human to stand for human rights.
No but the habit of indonesian to record/take photograph to make it viral and collecting hates for something/someone instead of negur langsung.......... jujur ini kegiatan paling membingungkan 😭😭 hobi yg aneh dan destruktif
Lo bukan "normal", lo itu jahat. Karena kalo lo at least org baik, se-unwoke2-nya elo pasti lo akan tegur baik2 scr privat, karena lo tahu sebengis apa reaksi publik thd grup marjinal yg rentan dipersekusi kaya mereka. Tapi lo ga punya sensitivitas itu karena lo fasis. Dan jahat
Katanya mereka ciuman merugikan orang sekitar contohnya nama baik kampus. Yang jadi pertanyaan: yang ngerakam dan ngeviralin mereka siapa? Kan jadi rame. Kalo emang mau di kasih sanksi bisa di panggil secara privat TANPA merusak reputasi kampus.
Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.