Nikmat "aib lo ditutupin Allah".
Kebayang ga klo semua dosa lo diputer di videotron di jalanan?
Chat malem2, history browser, omongan di belakang temen, hutang yg ga lo bayar
Mau taro muka dimana?
@ardisatriawan Nasib dosen tidak sebaik guru SD/SMP/SMA asn dalam hal take home pay, padahal tuntutan dan tugasnya lebih berat dosen.
Apalagi dibandingkan pegawai program konyol-konyol.
@direktoridosen@ManggaraiBlokM Enggak pak, bahkan tendik aja didorong biar S2 di UNY., cuma beberapa aja yg bisa sekolah di luar, itu pun mereka yg emang bkn pure blood UNY
Dulu gw kesel, knp ig para guru dan dosen itu banyak yg digembok, padahal kan mereka enak ya bisa dapet followera banyak trs bikin konten.
Ternyata setelah jadi guru (beneran) gw tau alasannya wkw
seburuk apa pun halaman sebelumnya, that’s just part of the story, bukan akhir dari buku hidupmu. don’t let one bad chapter define your whole story. langkahmu hari ini tetap menuju masa depan, bukan kembali ke masa lalu.
and remember, kadang kita terlalu sibuk mencari “hunian” di orang lain, sampai lupa bahwa diri sendiri juga bisa menjadi tempat pulang yang paling aman. tempat yang tetap menerima kita, bahkan saat sedang berada di titik paling hancur.
take a time for break bukan berarti kalah guys..
kalian butuh istirahat, but dont forget to back again cuz life goes on...
banyak jalan menuju roma, aku percaya sebuah kesuksesan harus ditempuh dengan kerja keras.. and yap cuma kita yang bisa tau arti proses itu 🤍
guys sumpah gue sedih bgt..
pls jangan bandingin diri kalian sama orang lain ya guys☹️🤍 guys semua orang punya garis start yang beda-beda, of course akan berbeda pula proses dan hasilnya. kalau dibandingin itu gak adil buat diri sendiri guys. aku tau setiap perjalanan emang--
menjadi “gelas kosong” di setiap lingkungan baru itu bener2 penting bgt. jangan sombong. jangan sok. jangan merasa “si paling”. kita gapernah tau kehidupan lawan bicara kita di luar sana seperti apa. we never know 😃
@ijstwnnago Setuju, seolah2 perempuan harus disempurnakan sama laki2 yang lebih sukses. Padahal dia udah sempurna sendiri dengan otak & kerja kerasnya.
Umur 25++ itu fase di mana hidup lagi banyak dibenerin pelan-pelan.
Bukan cuma soal kerjaan atau uang, tapi juga pola pikir, kesehatan, trauma yang belum selesai, kebiasaan buruk, sampai hubungan sama Tuhan.
Dan di usia ini kita mulai sadar kalau hidup gak bisa dipaksa serentak.
Ada yang kariernya jalan duluan.
Ada yang ketemu jodohnya duluan.
Ada yang masih sibuk beresin dirinya sendiri.
Semua orang lagi jalan di timeline yang berbeda.
Sebelum lolos S3 plus dg beasiswanya, aku beneran baca puluhan jurnal wkwk. Aku bikin ringkasannya, terus jadi proposal yg cuma 8 halaman itu :')
Bacanya lebih lama drpd nyusun 8 halaman itu.
Tapi percaya deh, teman2 mahasiswa.
Daripada kalian minta AI -- yg sering gak tepat itu -- mending kalian luangkan waktu buat baca. Pake AI untuk translate deh kalo emang bener2 gak paham. Tapi baca sendiri.
Ketika sdh selesai, kalian bakalan 'kekenyangan' sama referensi, terus langsung cepetttt banget nulis karena semua hasil bacaan di otak kalian harus dikeluarin. Ya hasil dikeluarin itu berbentuk artikel atau proposal.
dibikin nangis sama tulisan ini🥺
Tuhan akan menghadirkan seseorang yang mirip denganmu, yang setulus dan sebaik dirimu, yang benar-benar pantas untukmu.
Seseorang yang memahami jiwamu, sehingga kamu tidak perlu lagi menghabiskan hidup hanya untuk menjelaskan.
Teruslah menjadi baik, karena energi tidak pernah berbohong. Tetaplah tulus, tetaplah jadi dirimu sendiri. Biarkan waktu yg mengantarkan seseorang yg benar-benar ditakdirkan untukmu.
Film Young Sheldon bagus nih menggambarkan ini..
Membandingkan Sheldon yg intellectual intelligence tinggi dengan saudara kembarnya Missy yang social intelligence tinggi..