butuh modal mahal: bibit, pembaruan lahan, pembesaran ternak dengan zat-zat kimia, kita belum bicara soal resiko kesehatannya), pemerintahmu malah bikin kopdes. padahal anggaran sebanyak itu kalau ga dibuang untuk MBG, bisa loh bikin distribusi cold chain ini. bisa banget.
tahun 2024 gue kerja di bank B**, SBN itu ditawarin masih di angka 6-6.40%. tiba-tiba 2026 jadi 7.23-7.66%. nggak normal ini mah, orang mana pun yg belajar ekonomi makro tau ini udah tanda otw collapse. kalau MBG ga berhenti, seriously, bankrut ini negara.
satu lagi, bukannya bikin rantai gudang pendingin di Indonesia supaya ngurangin food loss akibat distribusi antar kota antar provinsi yg bikin sayur mayur sama daging cepat busuk dan harga jadi mahal (petani sm peternak harus ningkatin produktivitas terus soalnya dan itu semua—
Bedah buku "Reset Indonesia" bersama jamaah Masjid Agung Al Mukaromah di Karanganyar, Jawa Tengah.
Dihadiri boomers hingga gen Alpha yang mengungkapkan imajinasinya masing-masing tentang Indonesia yang harus segera terjadi perubahan.
bayangin dah pemerintah negara ini udah membuat gue yg dulu pas umur belasan hopeful dan nasionalis lebih setuju indonesia bubar alias anarko aje dah. menuju masyarakat tanpa negara kayaknya lebih baik buat penduduk ex hindia belanda ini.
@ginozano kalau konsumsi warga dari uang pinjaman, artinya banyak uang beredar di masyarakat daripada di bank. akibatnya inflasi naik. sesederhana ini konsepnya tapi yang bikin MBG ga nyampe otaknya. cuma nyampe kalau urusan itung-itungan untung dari korupsi MBG.
@ginozano kebijakan tolol dibuat oleh orang tolol yang nggak ngerti teknis dan basic ilmu ekonomi sesimple supply and demand. demandnya masif, supplynya jadi dikit akibatnya harga melambung. daya beli rakyat jadi turun, upah ga berimbang sama kenaikan harga. akibatnya rakyat ngutang.
Alasan anggaran MBG baru bisa dikeluarkan dari anggaran pendidikan tahun 2028 tuh ga masuk akal bgt, masa katanya karena anggaran 2027 udah jalan kesiapan teknisnya. Kalau dibongkar bakal ganggu pengesahan jadwal. lu orang intinya malas kerja dua kali.
Negara itu kan cuma susunan relasi sosial, institusi, dan praktik kekuasaan. Negara itu bukan masyarakat itu sendiri. Jadi kalo negara bubar ya kita tetep di sini aja ngga usah ke mana-mana. Masyarakat tetel bisa eksis tanpa negara kok. Kita bisa bekerja sama, mengorganisasi produksi, dan mengurus kehidupan bersama tanpa harus ada negara hhehee
#NewBook: 📚 "Print Passages" is the first in-depth history of colonial era Indonesian print and book culture. Author Kuitert will share her insights alongside fellow experts online on 28 Aug. Get the book / sign up for the launch here: https://t.co/wKhpvPa2kw