Dengerin penjelasan bu @susipudjiastuti dalam webinar iuuf hari ini menegaskan bahwa oligarki bukan hanya di darat, tapi juga di laut. Bayangkan, seluas itu laut Indonesia, tapi perputaran uangnya "hanya" dikuasai "8 ikan besar"
HOW MANCHESTER CITY BECAME THE BEST CLUB IN THE WORLD.
A MASSIVE THREAD 🧵
1 / 18
In the late 90’s, City were in the worst spot a club could be.
Faced disasters after disasters, even relegation,
But the fans stayed loyal no matter the situation.
@ManCity@okx@erling Teu ngarti deui ku haland, bisa kitu, dari 90 menit nyentuh bola sekitar 3-5 menit, lebih banyakan ederson nyentuh bolana. Tapi sekali sentuh, langsung gol. Memang fenomenal🔥
Kuncinya ada di pendidikan politik semenjak dini, ajarkan tentang keadilan, ajarkan tentang bagaimana hidup bukan hanya “aku” atau “kita” tapi juga “kamu” dan “mereka”.
Aksi masa september 2019 dan agustus 2024. People power terus bermuculan, kalangan pekerja seni makin banyak yang turun. Mereka yang diduga “influencer” rejim semakin terpojok. Yakin, kedepan social control by people semakin kuat.
Penasaran deh, kira2 komen “bang” @ridwankamil apa ya terkait twitnya yg dibuat 12-14 tahun ke belakang dijadiin “alat peraga” aksi 22 agustus kemarin? Biasanya bakal ada diksi2 menohok dalam komennya, cuman sekarang dia diam. Cape mungkin ya atau malu?
Peneliti Pusat Riset Politik-BRIN @politikbrin, Anta Maulana @antanasution dan Awani Irewati berkolaborasi dengan Viga Ananda Wicaksono dari Jalasamudera Institute, Intan Adhi Perdana Putri dari Pusat Riset Kependudukan-BRIN, dan
*UNDANGAN WEBINAR*
Yth. Ibu, Bapak, Saudara/i, #Kawan BRIN
Meningkatnya permintaan dunia atas komoditas Sumber Daya Alam (SDA) mendorong korporasi besar semakin memperluas lahan untuk industri ekstraktif.
Terkait itu, peneliti Pusat Riset Politik BRIN @politikbrin, Anta Maulana Nasution @antanasution, berkolaborasi dengan Rizqi Rahman dan Cahaya Ramadhani, menulis artikel "Implementasi Kebijakan Penanganan dan Penanggulangan Kegiatan Penangkapan Ikan yang Merusak di Indonesia".
Kegiatan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan dan berdampak negatif pada stok ikan juga ekosistem lingkungan.
Bisa-bisanya isu-isu yang berkaitan dengan laut dan ikan tak terjamah. Itu sumber pangan alami yang kalau dirawat bisa ngasih makan anak bangsa tanpa harus membabat hutan dan memperburuk krisis iklim global.
Tim riset yang dipimpin oleh Peneliti Pusat Riset Politik @politikbrin, Anta Maulana Nasution @antanasution, merilis laporan bertajuk "Menanggulangi Kegiatan Illegal Fishing dengan Meningkatkan Nilai Perekonomian Perikanan di Wilayah Perbatasan".