@andihiyat Kalau kita baik sama orang, Tuhan akan membalas kebaikan kita entah melalui apa-pun dan siapa-pun. Karena balasan kebaikan datangnya bukan dari manusia. Tapi dari Yang Maha Baik.
Bah.. ternyata bukan tangan njenengan besok yang menjabat ketika ijab qobul. Bukan njenengan pula yang melepas kulo ke genggaman pria yang akan melanjutkan hidup dengan kulo.
Bah, tenang saja, pria ini sangat baik❤️✨
mengapa gen Z suka pekerjaan remote:
1. Tidak ramai orang.
2. Bisa kerja sambil cuci baju pake daster.
3. Tidak ada omong kosong di rumah.
4. Cukingnya di rumah.
5. no. 1.
jadi ceritany malem² chat minta bantuan formatting dikit, tp aku ngantuk pol + laptop udah ditutup. jawabannya apa coba? “tapi besok aku bimbingan mbak, pagi. pripun?”
akhirnya aku usahain, aku lawan kantuk, ku kirim filenya. tapi ga ada kata maaf sama terima kasih samsek.
Hai, @ShopeeID!
aku main blockzi udah level terakhir nih, tapi berlian ungu sama merah stuck di angka 8, alias yg keluar tuh ijo sama oren terus, selama sejam lebihan sdikit uyyy😭 beneran niat ngasih 50k poin ga sih?! waktu aku terbuang sia-sia nih kek berjuang sendirian😔
apa gara² aku meminggirkan waktu nderesku buat menuntaskan syopi blockzi ya, jadi gak dimenangin ama syopi, malah dibuat stuck angkanya biar ga menang². SEJAM LEBIH WOYY YAAMPUN SYOPI😭
astaghfirullah astaghfirullah ngapunten Gusti
senggol @ShopeeID
Imam al-Ghazali berkata:
“Selama seseorang hidup dalam keadaan aman, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu,
maka kesedihan dan kegelisahannya karena urusan dunia adalah tanda kekurangan dan kebodohannya.”
Artinya, jika seseorang sudah berada dalam keadaan aman, sehat, dan tercukupi kebutuhannya, tetapi masih larut dalam kesedihan karena urusan dunia, maka itu menunjukkan cara pandangnya yang keliru, ia lebih sibuk memikirkan apa yang belum dimiliki daripada mensyukuri nikmat yang sudah ada.
Setiap yang terjadi pada seseorang itu pasti ada yang melatarbelakanginya. Dan kita tidak akan pernah lebih tahu atas hidupnya kecuali diri mereka sendiri. Hakimi dan perbaiki kehidupan kita sendiri yang masih banyak kurangnya, bukan malah menghakimi orang lain.
dawuhe bunyai setelah saya izin libur ngaos menjelang hari H
“tetep dideres terus senajan libur setoran. pokok dideres mawon, lanyah mboten e fadhol e Gusti Allah. penting jek wonten usaha nyekel sing pun diangsal. ampun mergo libur, ngaos e nderek libur”