Engkau ajari kami untuk tunduk dalam keTeguhan, dan Tegak utk memMasrahkan
berjalan Sunyi, tapi menDengung dalam ribuan kepala
berjalan pelan di bumi, berlari cepat meraihNya
rendah hati agar lahirkan Martabat yg tinggi
boleh menjadi Hamba tapi tidak boleh berhenti menyebar Cahaya
memBumikan langit & mengAkhiratkan dunia
keTakutan di hadapan Allah, keBeranian menghadapi manusia
dunia boleh dicintai tapi tdk akan bisa dimiliki meNyalakan cahaya sesuai tingkat keGelapannya
melingkar berMaiyah merawat segitiga cinta
tidak membuang energi memikirkan hasil, tapi segera melakukanny..
Dan tidak ada satupun saya bisa melakukannya. AlFatehah Pak..
#73tahuncaknun
Malas itu dosa!
Ini salah satu pesan yg juga sangat kuat dari Cak Nun kepada teman-teman Jamaah Maiyah. Menafsirkannya bisa dg berbagai sudut pandang. Bagi saya, hal yg paling mudah untuk menelaah pesan Cak Nun ini adalah bahwa produktivitas beliau dalam menulis. Ribuan esai sudah beliau tulis. Belum lagi puisi, cerpen, naskah drama teater, repertoar, pengantar buku, keynote speech, hingga skenario film.
Medio 2017, adalah salah satu tahun produktifnya Cak Nun. Saya beruntung mengalami masa-masa itu dan mengalami prosesnya secara langsung. Saat itu, saya dg almarhum Gandhie hampir setiap malam menunggu tulisan Cak Nun untuk kami cek, hanya memeriksa apakah ada typo atau tidak. Tak jarang, saya menerima naskah tulisan itu jam 2 dinihari, karena Cak Nun dan KiaiKanjeng baru selesai acara Maiyahan di sebuah tempat, biasanya jam 1 baru selesai. Kemudian jam 5 pagi di hari yg sama, Gandhie akan blasting tulisan itu ke kontak Jamaah Maiyah yg ada di handphone-nya. Jika tidak salah, esai-esai di tahun itu dibukukan dalam buku Kiai Hologram dan Pemimpin Yang "Tuhan".
Tentu saya bukan seorang penulis, apalagi seproduktif Cak Nun. Maka, memahami pesan Cak Nun bahwa malas itu dosa saya aplikasikan dalam hal-hal yg terdekat dalam diri saya sendiri. Di wilayah pekerjaan, misalnya. Semaksimal mungkin hal yg terbaik yg saya upayakan akan saya lakukan untuk menyelesaikan tanggungjawab pekerjaan di kantor saya. Ada hal yg belum difahami, maka tugas saya mempelajari. Bagi saya, sesulit apapun persoalan yg dihadapi pasti ada solusinya.
Karena, jika kita malas untuk belajar tentang sesuatu hal yg baru, maka akan membuat kita semakin bodoh. Apalagi jika sudah terjebak pada zona nyaman, sehingga tidak merasakan adanya tantangan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi, padahal sangat mungkin potensi dalam diri kita bisa dimaksimalkan lagi.
Terima kasih, Cak Nun, pesan sederhana itu cukup melekat dalam hati saya, dan menjadi salah satu pegangan hidup saya selama ini, baik di keluarga, di kantor, juga dalam berkomunitas di @kenduricinta
Selamat ulang tahun, Cak Nun!
#KenduriCinta
#Maiyah
#72TahunCakNun
#EAN
#CakNun
Pagi ini, hari ini, telat masuk kerja hanyalah dosa kecil dibandingkan dengan doa-doa raksasa untuk memenangkan timnas.
Terima kasih, Timnas Indonesia.
#TimNasDay
Saya, bisa sampai di titik sekarang ini, salah satunya karena beliau.
Panjang Yuswa, sehat selalu Sahan. Maturnuwun kagem hutang rasa ini. Maafkan kami anak cucu-mu yang gampang keplese di lunyunya urip.
We Love You ❤️
#70TahunCakNun