Final adu kiper yang sama sama jagonya gak masuk akal.
Arsenal mah ya udah gitu gitu aja. Cuma menang ngasih harapan ajah. Asu asu, cinta yang sungguh menyakitkan.
@kevinpramudya_ Ya sepakat. Tim yang tidak pernah kehilangan harapan. Tapi bayang-bayang harapan ialah kekecewaan itu sendiri. Babak 1 usai, bayang-bayang itu mendahului harapan. Babak 2 tentu saja harapan itu muncul lagi. Begitu terooooossss. Kecewa tanpa batas, mencitai tak akan usai.
Orang orang tadi itu dikumpulin jadi satu kelompok, satu instansi, dibantu lagi sama kelompok yang lainnya, diperkuat lagi sama pimilik kuasa. Cen asuuuuuog.
Ya begini jadinya kalo orang percaya dirinya berlebihan. Semua semua mau diambil. Dobel job mah enteng baginya. Semua disikat. Seolah yang paling bertanggung jawab. Apalagi ngomongin nasionalisme, eeeeehhh udah sok yang paling punya isi bumi tuhhhh.
@CarolinaLenny Apa ini bentuk mencintai diri? Kalau begitu, aku juga mau nyoba lah. Besok, sebelum prengut tiba aku tunjukkan isi kepalaku, di cermin dari air bak mandi. :(((
Satu lagi yang nyebelin. Silau banget dan dan jadi membahayakan pengendara lain ini. Kira kira peduli dan mikir sampe situ ndak ya?
Eh iya, maap lupaaaaaaa. Pertanyaanku salah :(