Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Lo udah 41 tahun, tapi masih lari kayak bocah 20-an di lapangan.
Gue liat lo nangis tadi, dan gue juga ikut sesek.
Dari 2006 lo masih anak muda penuh mimpi, sampe 2026 ini… lo udah jadi ayah, jadi legenda, tapi tetep CR7 yang sama yang gak pernah nyerah.
Lo gak bawa pulang Piala Dunia, tapi lo bawa pulang hati jutaan orang.
Tiap SIUUU lo, tiap lompatan header, tiap air mata lo di lapangan… itu semua nyata. Lo main bukan cuma buat menang, tapi karena lo cinta bola ini banget.
Terima kasih udah nunjukin ke gue dan jutaan anak lain:
Usia cuma angka.
Semangat itu yang bikin lo abadi.
Sekarang lo boleh istirahat, King.
Lo udah kasih segalanya.
Gue, lo, kita semua… bakal kangen banget.
Selamat jalan di panggung terbesar, Cristiano.
Lo bukan cuma pemain bola.
Lo adalah masa kecil gue yang hidup. ❤️🐐
SIUUU selamanya, bro.
—
Bisa lo copy-paste langsung. Mau versi lebih pendek, lebih sedih, atau ditambah quote Ronaldo? Bilang aja!
appreciation post untuk Dony Tri Pamungkas
masih 21 tahun, tapi udah nunjukin kelasnya sebagai pemain sayap kiri/left back yang cepat, lincah, dan punya visi bagus, ga grogi sma senior2, rela ganti posisi demi tim, sampai jadi andalan persija dan malam ini tampil luar biasa untuk timnas🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Jangan Normalisasi Ciuman atas Nama Barokah
Belakangan ini viral video seorang Gus yang tampak terlalu akrab menciumi anak-anak kecil, bahkan yang masih berusia di bawah tiga tahun. Dalam salah satu rekaman, ia membujuk seorang anak yang menolak dicium agar mau dicium. Di video lain, ia menciumi pipi seorang balita dengan cara yang tampak seperti “sucking”.
Banyak yang menertawakannya, menyebutnya sebagai bentuk “gemas” atau “barokah”. Namun perilaku seperti ini tidak boleh dinormalisasi — ini justru menjadi contoh penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari pelecehan dan pedofilia terselubung.
Untuk para orang tua dan pendidik, mari menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat: batas tubuh anak adalah suci dan harus dihormati. Tidak ada alasan religius, sosial, atau budaya yang membenarkan orang dewasa mencium, memeluk, atau menyentuh anak tanpa kepantasan, apalagi dengan intensitas yang mengganggu. Tugas kita bukan hanya melindungi, tapi juga mendidik anak agar berani berkata “tidak” ketika merasa tidak nyaman—bahkan kepada figur yang dihormati.
Menjaga kehormatan anak adalah tanggung jawab setiap orang tua, yang kelak pasti akan diperhitungkan di akhirat
Kepada tokoh publik seperti Gus yang viral, inilah saatnya berhenti dan bercermin. Tindakan menciumi anak kecil berulang kali bukan bentuk kasih sayang, tapi pelanggaran etika, adab, dan potensi pelecehan.
Dalam kajian psikologi, perilaku semacam itu bisa dikategorikan sebagai grooming behaviour—yakni upaya membangun kedekatan dengan anak untuk menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas. Ini berbahaya, baik bagi anak maupun bagi masyarakat yang menonton dan menirunya.
Rasulullah dikenal penuh kasih terhadap anak-anak, namun beliau tidak pernah melampaui batas kesopanan. Kasih sayang beliau diwujudkan lewat doa, perhatian, dan sentuhan hati.
Anak-anak bukan objek kegemasan; mereka amanah yang harus dilindungi. Pendidikan perlindungan anak dimulai dari kesadaran kita sendiri—bahwa setiap bentuk pelecehan, sekecil apa pun, tidak boleh diberi ruang di rumah, sekolah, ataupun panggung keagamaan.
Tabik,
Nadirsyah Hosen