Bahwa ada kehidupan lebih baik yang boleh mereka idamkan. Bahwa ada kehidupan yang lebih layak yang sanggup mereka (dan kami) perjuangkan.
Tapi aku paham kalau memang konteksnya puluhan tahun usaha dan kerja kerasnya dipatahkan oleh sistem. Makanya namanya juga struktural.
Sadly bisa melebar kyk kasus 98. Dulu wanita2 tionghoa jd korban. Nah ini klo gk segera dihentikan, TAKUTNYA muncul persekusi "klo diajak nikah/pacaran nolak, berarti lesbi, harus diperkosa biar lurus lg."
Man... I'm scared that the pattern is too obvious arahnya bakal kemana.
Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
Kl ngedit ini tuh selalu ditontonin sampe ketiduran ternyata pas bangun masih kebuka ini digaleri😭😭 terus pasti aku tonton berjam-jam😭😭😭😭😭😭😭😭😭 KEK KOK DIA CUMA 1 SIIIIH???😭😭