EH SUMPAH YA ada aja koreo hidupnya anjrit dia turun PAKE ESKALATOR NAIK ???? sambil bawa standee daddanya BIKIN SEMUA ORANG PANIK TAKUT DIA JATOHHH LIAT SAMPE PADA LARI meanwhile dianya hihihihi doang
eh ternyata gak semua kampus ospeknya dihandle kampus ya??
soalnya dikampusku semua di handle kampus, tp kalau ospek fak&jurusan ya urusan bem&hima. trs nnti kita presentasi kegiatannya apa aja dan pengajuan rab, baru nnti dpt uang buat kegiatannya….
adek gue suka h2h dia nyanyi ama nontonin mulu h2h, gue kaget pas gue tanya bias dia siapa, dia bilang dede yeon, eh bocah itu yeon 5 taun lebih tua dari lu lu panggil dede
i saw an article called "make peace with your unlived life" and it really made me stop and think. so much of our lives is mourning for what we didn't become. It's a waste. we didn't waste any opportunities. what came and went was not meant for us
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster