Kemarin di Harlah PKB nyebut wartawan, pengamat, sama LSM “londo ireng” “Yang dulu bantu Belanda perang lawan kita, sekarang masih ada, cuma ganti baju.”Ternyata…
Kakek buyut sendiri dari garis ibu (keluarga Sigar, Minahasa), Benjamin Thomas Sigar alias Kapiten Tawalijn Sigar, dulu jadi kapiten pasukan tulungan Belanda.
Tahun 1829 dia memimpin prajurit Langowan yang dikirim Belanda ke Jawa buat bantu ngejar & menumpas pasukan Pangeran Diponegoro.
Jadi…
siapa sebenarnya yang “ikut Belanda perang lawan kita”? Hati-hati ya ngecap orang. mawas diri jadi pemimpin, lihat latar belakangmu.. semua orang jadi tahu sekarang..
Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel
Untuk duit rakyat, selalu ada sumber daya manusia dan energi. Untuk melayani masyarakat selalu ada alasan "keterbatasan personil".
Anyway, yg dimaksud "Bersama Membangun Negeri" adalah "Bersama Membiayai Hidup Keluarga Pejabat".
Kronologi Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas dengan Tangan Terborgol :
• Rabu malam — Korban Sumarna menegur sekelompok pemuda yang diduga melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur.
• Kamis malam — Sumarna kembali bertugas piket malam seperti biasa.
• Jumat, 24 Juli 2026 (±03.00 WIB) — Sumarna hilang kontak. Diduga para pelaku kembali datang ke lokasi.
• Jumat pagi — Rekan kerja dan warga melakukan pencarian setelah korban tidak bisa dihubungi.
• Jumat, 24 Juli 2026 (±11.00 WIB) — Jasad Sumarna ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
• Jumat siang — Jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih untuk visum. Polisi mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
• Jumat malam — Polisi menyatakan penyebab kematian masih diselidiki, termasuk dugaan terkait aksi vandalisme yang sebelumnya ditegur korban.
• Sabtu, 25 Juli 2026 — Jenazah diautopsi di RS Sartika Asih Bandung. Polda Jabar mengonfirmasi korban ditemukan telungkup dengan tangan terborgol ke belakang.
• Sabtu, 25 Juli 2026 — Polisi masih menyelidiki kasus, sementara keluarga korban meminta pelaku segera diungkap.