JANGAN LIAT VIDEO INI WAKTU MALEM!
ini footage horor terserem yg pernah gw liat
alasannya:
- video dgn resolusi rendah
- efek visual (atau filter?) alami
- suara si perekam dan orang yg ada di video bikin merinding
1. Saat harga Infinix Note 60 Pro di Indonesia diumumkan, saya sempat terperangah. “Wuih, naik 71,9% dibandingkan Note 50 Pro,” gumam saya di dalam hati. Harga memori memang naik gila-gilaan. Masalahnya, lonjakan harga ponsel setinggi itu apakah bisa diterima pasar.
Ketika mencermati spesifikasi detail lalu mulai mencoba Note 60 Pro, saya paham. Ternyata seri Note kini naik kelas, bukan cuma naik harga.
Lekat dengan julukan pawang MediaTek, di Note 60 Pro Infinix menggunakan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Bertahun-tahun silam segelintir ponsel Infinix sempat memakai prosesor Snapdragon. Namun, seingat saya, baru kali ini Infinix dipadukan dengan chipset 5G Snapdragon.
Sound by JBL, active matrix display, dan layar AMOLED 6,78 inci 144Hz 1,5K Ultra HDR menjadi bukti tambahan kenaikan kelas. Spesifikasi lain ponsel itu, di antaranya, baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 90W dan wireless charging 30W, sistem pendingin 3D IceCore Vapor Chamber, serta IP64.
Di sisi kanan ponsel berbodi aluminium itu terdapat sensor pengukur detak jantung dan kadar oksigen di dalam darah. Dua kamera dibenamkan ke bagian belakang: kamera utama 50 megapiksel dengan OIS dan kamera sudut ultralebar delapan megapiksel. Sedangkan di sisi muka, ada kamera tunggal 13 megapiksel.
Selama menguji pakai Note 60 Pro, saya tidak memiliki keluhan terhadap kegegasan maupun daya tahan baterainya. Diajak beraktivitas mulai bangun tidur hingga menjelang tidur malam, ponsel dengan XOS 16 berbasis Android 16 itu tak pernah kehabisan daya.
Soal kamera, walaupun tak istimewa, secara umum kinerjanya masih layak dikategorikan cukup bagus. Perkecualian berlaku jika pengguna mengaktifkan mode portrait atau memotret dengan menentang sumber cahaya yang amat terang.
Beralih ke active matrix display yang jarang ditemukan di berbagai merek ponsel. Buat saya, “layar kedua” itu bukan hanya bermanfaat untuk menampilkan notifikasi. Saya juga memakainya sebagai hiburan. Entah sekadar iseng menampilkan hewan (pixel pets) maupun bermain game.
Ada dua hal yang kurang saya suka dari Note 60 Pro. Pertama, paket penjualannya menyertakan hardcase bukan softcase. Kedua, fitur pengukur detak jantung dan kadar oksigen di dalam darah cukup sering terhenti di tengah jalan.
Infinix menjanjikan tiga tahun pembaruan sistem operasi dan lima tahun pembaruan keamanan untuk Note 60 Pro. Saat reviu ini saya ketikkan, ponsel tersebut ditawarkan dalam versi reguler dan dibundel dengan Yuna Exclusive Gift Box.
Note 60 Pro reguler 8/256 GB dibanderol Rp4,999 juta dan 12/256 GB Rp5,699 juta. Sedangkan Note 60 Pro – Yuna 8/256 GB Rp5,898 juta dan 12/256 GB Rp6,598 juta. Jadikan harga-harga yang tercantum sebagai harga eceran tertinggi. Di pasar daring maupun luring, penggawai berpeluang meminang ponsel itu dengan harga lebih miring.
#InfinixNote60Pro #InfinixNote60series
MRO Hercules itu kan bukan bengkel tambal ban pinggir jln, min.
Itu bisnis maintenance militer regional overhaul, avionik, sparepart, sertifikasi, training, transfer teknologi, logistik pertahanan, dll.
Negara lain rebutan jadi hub beginian, krn uangnya ngalir panjang & efek geopolitiknya besar.
Sementara lo cuma bisa bilang : buat apa ?
Cerita Eropa pindah ke gas ini sebenarnya gara gara dikerjain Rusia. 😁
Rusia mengunakan jaringan NGO untuk membuat kampanye menolak program kemandirian energi di Eropa dengan tuduhan merusak lingkungan. Ujungnya, banyak PLTN dan PLTU di Eropa yang ditutup dan program fracking juga ditolak.
Namun karena renewable energy belum mampu memenuhi kebutuhan energi Eropa, maka mau gak mau mereka bergantung kepada gas.
Lalu darimana mereka dapat gas?
Ya, beli dari Rusia lah.🤣🤣🤣
Pada sadar gak sih bahwa padang luas di foto ini dulunya hutan belantara yang ditebang habis lalu ditanami rumput untuk makanan ternak.
Tumben kok gak ada yang maki maki deforestasi? 🤨
Pada sadar gak sih, ternak sapi itu punya dampak yang lebih merusak lingkungan daripada sawit. Sapi itu penghasil gas rumah kaca terbesar di sektor agrikultur yang menjadi penyebab perubahan iklim.
Jadi banjir di Sumatera kemarin salah satu penyebabnya ya apa yang kamu liat di foto ini. 🧐
Tapi pokoknya yang salah sawit kan? 😁
kenapa animo waspada kepada amerika lebih terasa daripada animo waspada kepada zhongguo?
padahal dua duanya sama sama punya kepentingan dan sama sama punya tambang disini
Hampir seluruh Presiden Indonesia pernah diserang oleh media tsb.
Terutama saat pemimpin Indonesia coba ambil haluan nasionalis -proteksionis, atau memperkuat posisi tawar di luar dikte geopolitik Barat.
• Sukarno
• Suharto
• Habibie
• Gus Dur
• Megawati
• Sby
• Jokowi
• skrg, Prabowo
Semua
aku mau respon postingan ini dari sudut pandang lain yagesyaa~
bayak yang liat video ini langsung label mereka zombie, tapi dari sudut pandang sains, apa yang terjadi di tubuh mereka itu jauh lebih kompleks dan lebih tragis dari sekadar label zombie itu.
yang mereka konsumsi namanya tranq dope, campuran fentanyl dan xylazine.
fyi, fentanyl itu opioid sintetis yang kekuatannya 100x lebih kuat dari morfin. zat ini bisa mengikat reseptor opioid di otak dan secara harfiah ngematiin sinyal rasa sakit.
selain itu, sintetis ini juga memicu pelepasan dopamin dalam jumlah yang melampaui apapun yang bisa dihasilkan otak secara alami.
oiya, fentanyl juga bisa menekan sistem pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah ke level yang bisa mengancam jiwa.
sementara itu, xylazine atau tranq adalah obat penenang yang dipake buat hewan, bukan manusia. efek dari tranq juga mirip kek fentanyl, bikin napas lambat, detak jantung, dan tekanan darah ke level berbahaya.
terus, kalo efeknya mirip, kenapa dicampur?
xylazine dijual seharga $6-20 per kilogram dari supplier China. kartel Sinaloa dan Jalisco di Meksiko menggunakannya sebagai campuran untuk memperpanjang efek fentanyl sekaligus mengurangi jumlah fentanyl yang dibutuhkan, sehingga keuntungan mereka meningkat.
artinya, bagi pengedar, tranq dope itu biaya produksinya bisa ditekan dan lebih menguntungkan kalo dijual.
sementaradari kacamata pengguna, efek tranq dope lebih lama dari fentanyl murni, walau harganya lebih mahal.
efek di tubuh mereka, kombinasi fentanyl dan xylazine itu kek dua rem sekaligus di sistem saraf pusat.
otak bisa menerima sinyal euforia yang dar der dor dari fentanyl, sementara xylazine menekan hampir semua fungsi vital secara bersamaan.
makanya mereka kek mati sementara, kan? masih bernapas tapi pelan, detak jantung slow, otot lemes dan tubuh bisa jatuh dalam posisi apapun tanpa bisa mereka kontrol.
oia, xylazine itu bisa bikin luka terbuka di kulit walau ga ada luka di bagian tersebut sebelumnya. luka itu bisa membusuk dan meluas karna xylazine bikin vasokontriksi, kek penyempitan pembuluh darah yang bikin aliran darah berhenti ke jaringan sekitarnya.
nah, jaringan yang ga kebagian aliran darah itula yang bakal mati. itu kenapa xylazine disebut flesh eating, atau pemakan daging.
jauh-jauh lah ya wak, usah konsumsi narkoba jenis apapun biar redam penasaranmu untuk konsumsi narkoba jenis ini. ngeri kali.
sumber bacaan lainnya:
https://t.co/k7jH1r1HPZ
https://t.co/5foEC4DPL1
Pengennya inovasi teknologi kaya China, work culture kaya Nordik, demokrasi liberal ala Prancis, dibarengi dengan tata kota ala singapur + buying power Kuwait. Gak sadar dirinya ireng, dungu, sdm rendah, critical thinkingnya kalah sama dugong, nungguin satria piningit
Bentar, beliau ini dulu pas jadi Wakil Ketua Komisi I DPR RI periode 2009–2014) pernah menentang keras rencana pembelian MBT Leopard 2 kan ya? Seinget gw dia pernah bilang kalau Leopard 2 itu :
• Leopard terlalu berat, tidak sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.
• Pembelian dianggap mubazir dan tidak sesuai kebutuhan TNI AD.
• Lebih baik mengembangkan tank produksi dalam negeri (Pindad) yang lebih ringan dan murah.
• Bahkan sempat bilang kecurigaan bahwa tank tersebut “jangan-jangan untuk mengantisipasi demonstrasi” karena menurut data intelijen saat itu tidak ada ancaman serius dari luar negeri.
LSM-LSM besar di Indonesia yang didanai asing mulai panik kayaknya ini, mereka kayak mau kibarkan bendera putih.
Kenapa?
Soalnya masyarakat mulai sadar, kalau mereka itu antek asing peliharaan Soros.
Ada Fakta yang tak bisa mereka bantah, memang ada aliran dana besar dari luar negeri mengalir deras ke mereka.
Dan selama ini mereka serempak kritik pemerintah dengan narasi yang hampir seragam. Kebetulan ? atau emang agenda satu perintah?
Sekarang mereka minta tolong media asing, "Tolong kami dihajar habis-habisan oleh masyarakat Indonesia dengan label "Antek Asing". Padahal dari dulu, mereka ini sok independen ternyata punya bohir asing.
Masyarakat Indonesia itu sudah muak dengan LSM binaan Soros ini. Uang asing dipakai intervensi urusan dan kebijakan dalam negeri.
Makanya label asing melekat kayak lem dan semakin lengket, ke barisan Koalisi Masyarakat Soros ini yang tak tau malu ini.
Malah akan bahaya besar kalau mereka ini dibiarkan, kedaulatan negara bisa goyah pelan-pelan. Suara rakyat asli tenggelam karena selama ini mereka dibilang buzzer bahkan antek rezim oleh LSM bani Soros ini.
Tapi untungnya pemerintah mulai sadar jadi ada harapan, kalau pemerintah akan mulai tegas awasi aliran dana asing ke LSM lokal.
LSM yang benar pro dan bantu rakyat bisa dipisahkan dengan LSM pro asing yang aliran dananya disembunyikan, bahkan lapooran keuangan LSM kelompok ini lebih gelap dari transparansi keuangan pemerintah.
Kalau mereka benar independen, mengapa takut buka laporan keuangan penggunaan dana dari bohir asingnya itu kepada masyarakat?
Logikanya kan gitu.
Bener-bener dah.
Kalian demo besar-besaran aja nuntut royalty tambang jangan naik. Sekalian minta tambang ilegal jangan disita. Sekalian minta pertamax segera naik.
Tadinya gw pikir label kelas menengah bedebah untuk orang kayak gini tuh udah kasar.... Kayaknya masih kurang.