Tadi beli makanan di sebelum berangkat, tukang jualan nya bilang, wangi banget neng, aku ketawa aja, terus pas siap bungkusin nasi, dia bilang, wangi badan nya aja begini, apalagi kaki nya, gue langsung jijik dan pergi, padahal tinggal bilang dia itu slave, susah amat, sialan
Buat siapapun kamu yang udah retas akun ini kemaren , sehat sehat ya, padahal akun nya tidak ada indikasi kebencian, cuma karena nolak beberapa untuk post yang tidak sesuai inginan hati malah direport, sampai terkunci selama seminggu, semoga kamu dapat lawan yang sepadan ya
Gue salut bngt ama slave yg satu ini, selalu on time jam 7 pagi, walaupun dia jrang scene, tp sikap dia jd anj itu layak banget di apresiasi, hari ini gue kasih reward air suci + bekas kaos kaki gue, bahkan dia bohong ama saudara nya utk antar berobat, demi sujud kepada ku🥺
📍Dulu tolak MBG & Kopdes karena memangkas dana pendidikan. Sekarang rektornya sendiri yang memangkas, menggaruk, dan menjarah dana pendidikan itu. Ini kemunafikan yang sudah busuk.
Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, wakil rektornya, kepala akademik, keponakan, plus calo swasta, ditangkap KPK.
Dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri:
- Ada yang diperas Rp650 juta biar anaknya masuk Fakultas Kedokteran.
- Ada yang terima kasih ratusan juta. Uangnya dibelikan tanah atas nama keponakan. Total sitaan sekitar Rp764 juta. Enam tersangka. Selesai.
Dua bulan sebelumnya, orang yang sama berdiri di depan mahasiswa dengan wajah penuh semangat integritas, membacakan pernyataan tolak keras MBG dan Kopdes karena memangkas dana pendidikan dan merugikan rakyat.
Mahasiswa berteriak. Rektor ikut berteriak. Sekarang dana pendidikan di kampusnya sendiri yang dipotong, digaruk, dan dikorupsi.
Mahasiswa? Hampir sepi. Suara yang dulu lantang, sekarang tiba-tiba serak dan hilang.
Satu per satu kepingan puzzle terbuka, Dosen UGM kena kasus, UI punya drama internal, sekarang Unsoed tidak mau kalah dan ketinggalan.
Seolah ada kompetisi tahunan, siapa paling jago mengutip di pintu masuk kampus.
Dan yang paling menyakitkan, ini terjadi di penerimaan mahasiswa baru. Makanya jangan heran kalau uang pangkal sering terasa tidak realistis dan seperti merampok. Orang tua sudah diperas di luar UKT resmi, anaknya belum tentu diterima, uang diminta kembali pun harus berjuang lagi.
Pertanyaan yang harus dijawab tanpa basa-basi
- Kenapa mahasiswa dulu begitu berapi-api demo tolak program yang mengancam dana pendidikan, tapi sekarang relatif diam ketika rektor sendiri yang mengancam dan mengorupsi dana pendidikan itu?
- Apakah demo hanya seru kalau targetnya pemerintah pusat?
- Apakah korupsi di kampus sendiri terlalu dekat, terlalu menguntungkan, atau terlalu berbahaya untuk diganggu?
Pendidikan tinggi kita sedang mempertunjukkan drama murahan tingkat tinggi, moral tinggi di panggung, transaksi di belakang meja. Puzzle sudah hampir lengkap.
Yang belum jelas hanya satu, sampai kapan penontonnya masih pura-pura tidak mengerti dan memilih isu yang aman.
Bila Koruptor Bebas Menimbun Triliunan, Warga Pati yang Patungan Beli Nasi Bungkus Malah Dianggap Ancaman Stabilitas Keuangan Negara.
Hebat betul efisiensi perbankan dan penegak hukum kita hari ini. Korporasi pencuci uang dan koruptor kakap butuh bertahun-tahun untuk dilacak asetnya, tetapi dana swadaya masyarakat sebesar Rp80,9 juta milik Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bisa dibekukan hanya dengan sekedip mata.
Melansir laporan dari Tempo, rekening Bank Mandiri atas nama Supriyono (Botok) mendadak diblokir secara sepihak tepat di tengah aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR RI.
Alasan resminya? Pihak korporat berdalih bahwa pemblokiran dilakukan "atas permintaan aparat penegak hukum" dan sudah "sesuai prosedur."
Lelucon Prosedur, Nasi Bungkus vs Perampasan Aset
Mari kita bedah secara kritis dan satire bagaimana komedi birokrasi ini bekerja.
Tuntutan yang Salah Alamat?Aksi massa Pati jauh-jauh datang ke Jakarta membawa dua tuntutan utama, Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Bagi Koruptor.
Sungguh ironis ketika rakyat meminta aset koruptor dirampas oleh negara, justru aset rakyat sendiri yang dirampas dan dibekukan oleh sistem perbankan atas bisikan gaib aparat tanpa izin pengadilan yang jelas.
Siapa Aparat Penegak Hukum Misterius Ini?Tempo menegaskan bahwa sesuai Pasal 140 UU KUHAP, pemblokiran rekening adalah bagian dari upaya paksa yang wajib menyertakan izin Ketua Pengadilan Negeri dan penetapan status tersangka tindak pidana.
Namun, bank secara ajaib mengeksekusi perintah tanpa menyebutkan lembaga mana yang meminta, dalam kasus pidana apa, dan pasal berapa yang dilanggar.
Apakah membeli bus pariwisata dan logistik demo dari Pati kini dikategorikan sebagai tindak pidana pencucian uang?
Pola Pembungkaman Berbasis Algoritma, Pembekuan dana operasional ini terjadi beriringan dengan pembatasan akun media sosial dan TikTok milik aktivis, yang konon dibatasi atas permintaan lembaga pemerintah.
Pertanyaan Menohok untuk Aksi Massa & Keamanan Nasabah
Tindakan ini menetapkan preseden buruk yang sangat berbahaya bagi iklim demokrasi dan sistem perbankan nasional.
Reputasi Bank Terancam,Jika rekening nasabah bisa dengan mudah dibekukan cukup dengan bisikan atau surat selembar tanpa penetapan pengadilan, seberapa amankah uang rakyat kecil yang disimpan di bank BUMN?
Kapan Alat Negara Fokus pada Koruptor? Mengapa respon aparat dan lembaga keuangan begitu secepat kilat ketika menangani dana patungan aksi damai, tetapi begitu lamban dan hati-hati saat membekukan rekening rekening buronan kasus korupsi?
Masyarakat Pati hadir menyuarakan keadilan bagi negeri. Jika modal swadaya untuk memperjuangkan hukum saja bisa disita tanpa dasar tindak pidana yang jelas, maka yang sedang diblokir sebenarnya bukan sekadar saldo Rp80 juta, melainkan hak konstitusional setiap warga negara untuk bersuara.
📍Pada nyadar ga sih, setelah Presiden Prabowo bicara pedas perihal kemandirian pengelolahan SDA, mulai banyak terjadi huru hara dimana mana.
Tampaknya ada pihak yang mulai kelimpungan dan ketakutan perihal aturan baru ini, mulai dari pengawasan perihal Under Invoicing, Perubahan dasar tarif pajak buat pelaku usaha, peninjuan ulang legaslitas bagi PMA, dan sebagainya.
Jelas ini ini memantik berbagai gelombang protes dan isu yang bukan terjadi di satu daerah, tapi di berbagai daerah.
Belum lagi sejumlah wilayah Indonesia dilanda kebakaran Hutan. Saat ini masih 2 orang tersangka yang ditetapkan dari bengkalis, yang lain masih dalam tahap penelurusan.
Apakah Serentetan dari peristiwa kebakaran hutan, perihal kemandarian SDA, swasembada pangan dan berbagai program dari adminsitasi lainya, membuat pihak tertentu,merasa ruang gerak terbatas dan ingin melawan?
Emang ebenr penolakan ISU perampasan Aset sudah dilakukan DPR, tapi kabar nya Presiden melakukan peninjauan Ulang. Faktanya apabila RUU ini disahkan, maka oligarki satu persatu rontok, jadi siap siap sama suguhan drama yang bakal terus disajikan
PRABOWO VS Everybody ga sih?
📍Di kampus yang sombong mengaku benteng moral, korupsi dosen dilindungi diam busuk. Mahasiswa UGM dan UI mengaum di luar pagar. Giliran internal, taring langsung patah.
Maret 2026. Tiga dosen UGM, Rachmad Gunadi, Hargo Utomo, Henry Yuliando, divonis 2–3 tahun bui. Pengadaan biji kakao fiktif. Negara rugi Rp 6,72 miliar. Dokumen palsu. Dana cair. Kakao? Nol.
UGM nonaktifkan, bilang “hormati hukum”. Lalu sepi. Tidak ada massa di Bulaksumur. Tidak ada orasi. Mahasiswa yang biasa menghujat istana tiba-tiba bungkam. Korupsi di rumah sendiri? “Urusan keluarga.”
Di UI, budaya permisif merayap, anggaran samar, mark-up biasa.
Bandingkan energi mereka. Hanya 2026, Juni, BEM UI kerahkan 700–3.000 orang ke Bundaran HI. Agustus lagi, ratusan ditambah aliansi, 9.242 aparat dikerahkan. Gelombang 2025–2026 melibatkan ribuan di banyak kota, termasuk aksi UGM di Yogya.
Giliran pemerintah, mereka harimau. Giliran dosen sendiri menilep uang negara, mereka jadi kucing penakut. Standar ganda sejelas siang. Statistik demo jadi bukti paling memalukan, energi mengecam istana tak terbatas, membersihkan kampus? Nol.
Diam ini memperkuat tuduhan demo ditunggangi politik. Kemarahan selektif, menyala hanya saat target di luar, padam saat sumber dari dalam, membuat publik berhak curiga. Anti-korupsi murni, atau sekadar amunisi?
Bagaimana mungkin generasi yang mampu mengerahkan ribuan orang bisa tenang melihat dosennya divonis korupsi miliaran? Integritas tidak bisa dibagi.
Diam terhadap korupsi internal adalah pengkhianatan paling hina terhadap semangat yang mereka sendiri teriakkan.
🚨Karhutla Kalimantan 2026,Asap Membunuh, Sawit Menyala, Menteri Lambat
Sangat GILA dampak dari kebakaran Hutan kalantan ini, bayangin ada
Satu pemuda 26 tahun tewas di Ketapang 4 Agustus. Terjebak asap pekat, kehabisan oksigen, jatuh, terbakar. Itu korban langsung.
Sisanya masif, 3,1 juta warga terdampak, ratusan ribu kasus ISPA per minggu, PM2.5 tembus 389 µg/m³. Paru, jantung, stroke ikut bayar.
74 persen hotspot di Kalimantan ada di konsesi perusahaan. 10.739 di HGU sawit saja. Gambut dikeringkan demi kebun. El Niño cuma pemantik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sibuk tinjau lokasi dan berjanji “tindak tegas”, tapi DPR sudah minta dia menghadap Prabowo dan akui gagal. Luas terbakar tembus 200 ribu hektare, penindakan masih fokus pelaku kecil.
Dampak mental lebih sunyi. PM2.5 picu inflamasi otak:
- Kecemasan naik
- Depresi meningkat
- Anak-anak rawan PTSD
- Solastalgia, duka kehilangan tanah sendiri, jadi rutinitas tahunan.
Warga “tercekik seumur hidup.” Hashtag lebih laku daripada cabut izin. Tahun depan episode sama, rating lebih tinggi.
Ini antara Presiden nya mau memperlancar konsesi sawit, tidak tegas ambil keputusan, DPR yang tidak berguna, atau apalagi?
Belum lagi semalam DPR Resmi menolak RUU perampasan Aset, padahal situasi ini jadi momentum untuk menyelidiki pihak terkait, tapi apa daya, semua satu KOMPLOTAN setan yang terbagi dalam posisi strategis.
Inilah jadi nya kalau politik balas budi berwujud bagi bagi jabatan, dulu memang jaman jokowi ada begini, tapi emang langsung copot pejabat nya yang terlibat, bukanalah joget joget bangsat.
Yakin satu bulan berita ini anyep, dan awal tahun sudah buka rekrutmen untuk olahan minyak kelapa sawit dan pabrik lainya.
Jangan heran seperti ACEH, Kalimantan, Papua, LOMBA LOMBA MERDEKA, ya karena begini, semua sampah.
Jadi kalau milih pimpinan yang waras ya, soalnya pimpinan partai aja begini, kemaren JOKOWI banyak bilang disetir partai, ini punya partai sendiri,malah JAIPONGAN ANJ.
📍Makin Gila, Febri Ardiansyah meminta barang bukti sitaan dikembalikan, alasan itu tabungan keluarga
Antara kita yang tidak waras, atau Febri makin di diamin, makin gila.
Kira kira apa ya yang di pikiran beliau, sampai berani menggunggat balik, mengatakan dia di kriminalisasi, hingga meminta kembali uang dan emas sitaan.
Kalau memang jam terbang dan pengalaman dia, bisa jadi dia tau celah untuk lolos dari hal itu, tapi lolos nya apakah bisa melewati akal sehatnya sendiri?
Kalau itu uang sitaan keluarga, bagaimana mungkin dia sampai masuk ke persidangan, apakah beliau anggap masyarakat kita SETOLOL itu, apakah yang cacat logika dan berpikir itu kita atau beliau ya?
Bisa bisanya beliau meminta melalui kuasa hukum untuk emas 74 Kg dan Uang ratusan miliar hasil sitaan di kawasan sentul dikembalikan, bagaimana mungkin barang bukti untuk persidangan diminta dikembalikan, apakah beliau lagi menujukan power, atau menujukan hukum kita TOLOL.
Kalau dulu kamu yang sita, sekarang jangan kaget kalau yang disita minta dikembalikan lengkap dengan bunga.
Karena di negeri ini, terkadang “barang bukti” bisa berubah jadi “barang warisan” dalam semalam.