Aku boleh mengklaim operasi-operasi di ortho tuh keliatan heroiknya.
Tapi aku ga pernah lupa gimana tim bedah saraf ngajarin aku dengan sangat menyenangkan.
Sekalinya ketemu, mungkin paling lama satu shift lebih dikit (?) tapi kaya selalu dalam batas profesional, bercanda-bercanda ringan, serius tapi ngga bikin gemeteran, rasanya seperti ini lingkungan kerja yang aku inginkan...
Klo di OK udah ngomongin soal umur, Orang-orang langsung pada bilang, "Yaampun mbak, 2003 tuh bayi cocomelon."
Terus, setiap ganti lagu bakal ditanyain,
"Mba dulu udah tau lagu ini belum?"
"Yaampun mba, ini tuh lagu hits banget dulu"
Entah ya, ekosistem yang ganti-ganti sama banyak orang, tapi sekalinya disatuin dalam misi cranio, laparo, torako, dl sebagainya, aku merasa kaya ini tuh ekosistem yang green flag banget buat aku.
"Rakyat kita tidak bermimpi untuk hidup kaya raya."
Padahal aku pengen banget hidup kaya raya, eh tapi di negara kita ini ternyata untuk sekedar bermimpi saja diwakilkan oleh segelintir orang ya?
Mau pamer pencapaian hidup boleh gak?
- Lahir di keluarga sangat miskin, tidur satu kasur berenam dengan atap dari daun kelapa, bolong pula
- sekolah sd smp, di madrasah lokal yg g terkenal
- sekolah SMAN unggulan Jakarta, ke kantor naik bus kopaja, baju lusuh, di keliling orang2 kaya
- Lulus UGM Cum Laude, lewat jalur normal UM UGM dgn uang pangkal 0 rupiah -
Punya Income 1,2 M net/ tahun (eits jangan samain ama pengusaha2 tajir ya wkwkwkw)
Tips nya apa? Gak ada.
Cuma inget aja Ungkapan dari Umar ibn Khattab
"Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku"
cc:threadlyovivo_
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.