La ilahailla Anta subhanakainni kuntuminazzolimin (33x)
Ya fattah, ya razaq, ya ghani , ya mughni, ya Rahman, Ya Rahim (33x)
Semoga pintu rezeki kalian terbuka Luas Dan tak pernah berhenti mengalir...
Warga ini namanya Ayat Seribu Dinar yaa :
Wa may yattaqillāha yaj‘al lahū makhrajā.
Wa yarzuqhu min ḥaitsu lā yaḥtasib. Wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh. Innallāha bālighu amrih. Qad ja‘alallāhu likulli syai’in qadrā.
Bacalah selama 40 hari, rasain deh perbedaannya tapi jangan lupa sholat juga ya✨🤲🏻
masih ingat banget, tahun 2025 aku pernah di fase sibuk banget sampai sholatku bolong-bolong. kalau sholat pun terburu-buru, sering di akhir waktu, pulang malam capek, langsung mandi terus tidur. subuh? jarang banget, sampai satu titik aku sadar aku udah sejauh itu dari ibadah yang dulu selalu aku jaga banget sampe rasanya ada yang kurang kalau belum sholat
terus tiba-tiba video ini lewat di FYP-ku, hatiku langsung luluh🥲 dari situ aku mulai rutin lagi, pelan-pelan, sampai akhirnya Alhamdulillah balik ke 5 waktu
videonya masih kusimpan sampe sekarang di album favorit dan gak akan pernah aku hapus
sampai sekarang selalu bersyukur, Alhamdulillah, masih diingatkan Allah buat pulang🥲🤍
-Dan bagian paling menyakitkan bukan cuma kehilangan pacar setelah 11 tahun. Tapi kehilangan dua orang sekaligus, dalam satu waktu. Orang yang selama ini gw anggap rumah, dan sahabat yang bahkan gw izinkan masuk ke dalam kehidupan gw karena gw percaya sama dia.
-Puncaknya, gw pernah nemuin mereka berdua di kamar kosan sahabat gw sendiri. Padahal sebelumnya dia izin ke gw mau ke kampus. Duh, kalau diingat sekarang, kadang gw masih bingung harus ketawa atau marah sama kebodohan keadaan waktu itu wkwkwk. Sebelas tahun bersama, tapi ternyata ada bagian dari hidupnya yang sama sekali nggak gw ketahui.
-Gw nggak tahu mana yang lebih menyakitkan: kenyataan bahwa dia bisa memilih orang lain setelah sebelas tahun, atau kenyataan bahwa orang yang dia pilih adalah seseorang yang selama ini gw percaya. Karena kalau orang asing yang jadi pengganti, mungkin gw cuma perlu belajar menerima kehilangan satu orang. Tapi ini? Gw harus menerima kehilangan dua orang yang sebelumnya punya tempat berbeda di hidup gw.
-Sebelas tahun ngajarin gw banyak hal tentang cinta, tapi perpisahan itu ngajarin gw sesuatu yang jauh lebih pahit: mengenal seseorang selama itu ternyata nggak menjamin kita mengenal seluruh isi hatinya. Dan memperjuangkan hubungan selama itu juga nggak menjamin orang yang kita perjuangkan akan memilih kita sampai akhir.
-Dulu gw pikir, selama kita terus memilih satu sama lain, selama kita selalu pulang ke tempat yang sama, selama kita masih punya tanggal-tanggal penting untuk dirayakan, kita akan baik-baik aja. Ternyata, rumah yang kita bangun berdua pun bisa ditinggalkan oleh salah satu penghuninya tanpa kita tahu sejak kapan dia berhenti merasa ingin tinggal di sana.
-Tamat. Bukan karena sebelas tahun itu nggak berarti, tapi karena ternyata kenangan sebanyak itu pun nggak bisa bikin seseorang bertahan kalau hatinya udah memilih pergi.
"JADI JANGAN PERNAH NAHAN ORANG YANG INGIN PERGI yaaaa GUYS"
...
dan ini, yang pengen gw sampein ke orang2 kalo mereka nanya soal moveon. semua hanya masalah (waktu).
i'm done ketika aku sadar klo sebesar apapun rasa sayangku, ternyata ga cukup bikin hubungan itu works. aku bisa nerima perbedaan & berusaha buat ngerti perspektif org lain. tp klo cuma aku yg terus berusaha memahami, sementara dia ga punya kemauan yg sama, lama2 capek jg.