> Awalnya bilang 4,1 T ga ada, nuduh tudingan ga berdasar
> Nantangin Menkeu
> Menkeu: lu cek sendiri lah
> Ternyata ada 2,6 T
> Ngancem staf sendiri
> Ngecek sendiri ke BI
> Ternyata emang bener awalnya 3,8 T, sekarang jadi 2,4 T
Kalo kerja jangan congor maju duluan
@fdmncfdmnc Digital transformasi di K/L tuh gagal mayoritas gegara sdmnya ga siap brooo, ibarat biasa pake ketapel dikasih senjata modern ga bisa pakenya atau kaget prosedurnya kudu gimana 😂
Ada kelompok yg gagal ngelola Jiwasraya, Asabri, Taspen : investasinya gagal & terbukti fraud.
Nah kelompok yg sama itu minta kita percayain uang yg lebih besar dgn pengawasan yang lebih longgar, trus bilang :
"KALI INI AKAN CUAN KOK. PERCAYA DEH"
~trust is earned, not given~
Mohon maaf ya, tanggal 1 Juli 2013 itu presidennya Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Itulah puncak pembenahan KRL Jabodetabek oleh Dirut KAI Ignatius Jonan. Jadi pembenahan layanan KA bkn pada era Jokwi, tapi pada era SBY
Wacana dari obrolan brg temen2… influencer, selebriti dan buzzer2 rezim ini emang ga ada malunya, mau dikatain kaya apa juga ga ngaruh.
Mungkin kalo mau cepet, yang diboikot itu brand-brand yang masih kerja sama mereka. Biar pada takut kehilangan kesempatan mereka semua.
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Orang² yg membuat negara ini masih bisa bertahan adalah orang² biasa ini, yg biasa kita jumpai sehari-hari. Mereka yg tak pernah disebut namanya, tak pernah muncul di koran berita.
Hidup masih layak di jalani, meski negara memberi kabar duka setiap hari.
Solo. Agustus, 2024.