Tak terbayangkan. Pergi bersama, pulang tertinggal entah kemana. Dicari tapi tak bertemu. Dinanti tapi tak kunjung kembali. Ananda Eril, cinta pertamamu merindukanmu, sosok yang dulu ada di rahimnya. Pulang. Setidaknya berpamitanlah sejenak. Peluk bu Cinta. Erat
“Gapapa dianiaya walau cuma joke”
“Gapapa dianiaya kalau pernah nyebar hoax”
“Gapapa dianiaya kalau dia pendukung klub lawan”
“Gapapa dianiaya kalau dia maling”
Inilah konsekuensi dari rakyat yg udah ga percaya aparat, mrk memutuskan utk ambil tindakan sendiri.
Sebagai dosen UI, alangkah hinanya Ade Armando sampe babak belur dihajar massa tak ubahnya maling ayam yang ketangkep. Apakah masih belum sadar namanya buruk di mata masyarakat?
Ketika aparat memukuli kami dan mahasiswa yang berdemo, kalian kemana?
Ade Armando ditawur massa, klen teriak anti kekerasan.
See the problem here?
Ade armando, mulutnya adalah fabrikasi kontroversi. Dia menanam apa yang dia tuai, pengadilan jalanan.