@RWWReborn Trump sdh sesumbar dg menantang Tuhan. Sekarang sudah bukan bangsa Iran lagi yg dia musuhi. Jadi ingat QS Ali Imran 54. Tinggal nunggu makar Allah datang kepada trump. Entah mau cepat atau lambat
Jejak sejarah yang berulang di Timur Tengah.
🔻 1 April 1979, Republik Islam Iran berdiri, Iran mulai mengekspor revolusinya ke seantero Timur Tengah.
🔻 Iraq, Kuwait dan Saudi Arabia merasa terancam dengan menjalarnya Revolusi Islam yang diusung oleh Iran.
🔻 Rezim monarki Kuwait dan Saudi Arabia sepakat untuk membentuk aliansi dan meminta Iraq agar mengambil langkah pencegahan guna membendung meluasnya pengaruh Revolusi Islam Iran yang akan mengancam eksistensi kekuasaan monarki di semenanjung Arab.
🔻22 September 1980 , Iraq menginvasi Iran. Sedangkan Kuwait dan Saudi Arabia memberikan dukungan dengan menggelontorkan pinjaman dana untuk membiayai invasi Iraq.
🔻Perang berkecamuk hingga tahun 1988, berakhir dengan gencatan senjata tanpa batas waktu.
🔻Iraq mengalami krisis ekonomi, kas negara terkuras untuk membiayai perang selama 8 tahun. Ditambah lagi beban hutang yang menjerat Iraq mencapai angka lebih dari US$70-80 miliar. Paling besar hutang kepada negara Arab ($30-40 miliar) termasuk $14 miliar ke Kuwait.
🔻Iraq mengajukan proposal penghapusan hutang kepada Arab Saudi dan Kuwait dengan alasan bahwa hutang tersebut dipergunakan untuk membiayai agenda bersama yakni menangkal ekspor Revolusi Islam Iran, namun permintaan Saddam Hussein tersebut ditolak dan Iraq diharuskan untuk melunasi hutang tersebut.
🔻 Saddam Hussein berang, merasa telah dikhianati oleh Kuwait dan Saudi, juga oleh negara Arab lainnya.
🔻 Saddam mengklaim bahwa secara historis Kuwait adalah bagian dari negara Iraq, merujuk pada peta wilayah masa Kekhalifahan Utsmani.
🔻 Kuwait menolak klaim tersebut, lalu menggenjot produksi minyak hingga melampaui batas yang telah disepakati oleh OPEC.
🔻 Harga minyak merosot, membuat Iraq semakin kesulitan untuk melunasi hutang-hutangnya.
🔻 Saddam Hussein mengancam akan mengambil tindakan militer apabila Kuwait tidak mengurangi produksi minyaknya.
🔻 Kuwait bersikeras dan mengatakan bahwa mereka adalah negara yang berdaulat, tidak mau menuruti permintaan Saddam.
🔻Iraq melancarkan invasinya, merebut Kuwait dan menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Iraq.
🔻 Dunia internasional murka, menentang agresi militer atas Kuwait.
🔻 AS tampil untuk memperingatkan Iraq agar segera mundur dari Kuwait.
🔻 Saddam bersedia mundur dengan syarat Israel mundur dari wilayah Palestina.
🔻AS memanfaatkan PBB untuk menekan Iraq, sehingga PBB menerbitkan resolusi yang memerintahkan agar Iraq mundur dari Kuwait.
🔻 Iraq menolak, sekutu atas mandat dari PBB menggelar operasi untuk membebaskan Kuwait.
🔻AS meminta akses kepada Saudi agar bisa menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iraq.
🔻 Saudi menyanggupi, beberapa wilayahnya dijadikan pangkalan militer AS untuk memukul mundur pasukan Iraq dengan imbalan jaminan keamanan atas seluruh Saudi Arabia.
🔻 Pasukan Iraq terusir dari Kuwait, sementara AS menawarkan kerjasama baru kepada Saudi.
🔻 Kerjasama pertahanan disepakati, AS memberikan hak kepada Saudi untuk mengimpor berbagai alutsista canggih dari AS dengan metode kredit, Saudi tertarik dan meratifikasi perjanjian tersebut, dengan tujuan agar Saudi bisa memperkuat pertahanan di pangkalan militer AS.
🔻 Kuwait, Bahrain, UAE juga ikut menyepakati kerjasama pertahanan serupa. Nilai hutang mereka kepada AS melonjak drastis.
🔻28 Februari 2026, AS menyerang Iran.
🔻 Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Teluk Persia.
🔻AS menuntut agar negara-negara Teluk mengerahkan alutsista yang mereka beli dari AS untuk melindungi pangkalan militer AS di negara-negara tersebut.
🔻Serangan masif Iran menguras stok rudal pertahanan udara milik negara-negara Arab.
🔻 Kini negara-negara Teluk tidak hanya kehabisan stok rudal pencegat, tapi juga harus menanggung hutang.
🔻 Akhirnya negara-negara itu merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh Saddam, dipaksa membiayai perang demi kepentingan negara lain.
Sejarah akan terus berulang.
@ainunnajib@bobbyriyadi Buya Hamka tidak keluar dr Muhammadiyah. Yang ada sebarkan adalah half truth. Half truth adalah berita bohong alias Hoax. Jadi anda menyebarkan Hoax terkait Buya Hamka keluar dr Muhammadiyah
@ainunnajib Bagi anda yang suka debat dan menjatuhkan sesama saudaramu, apa kenikmatan sesuatu yg anda anggap kemenangan ? Kebenaran ? Sesungguhnya yang anda anggap kebenaran itu ilusi