Gusti Allah tuh ya, secantik itu rencananya. 🥹
Tadi pulang kerja, aku niat hati mau pulang lewat jl. Alternatif karena lebih deket. Tp kok ya ndilalah embohh akhirnya aku lewat jalan utama.
Dan ternyata, gusti Allah tuh mau nolongi satu hambaNya yang butuh.
Aku di stop di pertigaan lampu merah yomani sama mbah-mbah cewek umur 70an kata beliau. Mau pulang, tp udah ga ada bis arah margasari. Beliau dr arah tegal kota, jenguk orang sakit di RS Kardinah.
Dijalan beliau cerita. Kalau habis jenguk tetangga. Beliau nih sebatang kara dirumah, sehari-hari makan cuman ngandelin dari cari rongsok itupun sebulan paling dapet 100ribuan aja.
Kata beliau ya dicukup-cukup, beliau rutin puasa senin-kamis SAHUR CUMA PAKE AIR PUTIH ANGET 😭
Pikirku, lah sekurang itu kondisinya beliau masih mau jenguk tetangga jauh banget dari Margasari sampe Tegal kota?
Jawabannya “iya dulu pas aku sakit juga dia jenguk aku”.
Dan dia cerita, kmren-kmren dia sakit sendirian juga dirumah sakit cuman sama suster. Dan pulang dari rumah sakit pun SENDIRIAN naik bis umum SEJAUH ITU 🥹😭
Beliau punya diabetes guys.
Akhirnya, kuajak beliau mampir dulu ke rumahku. Aku suguhi air putih anget. Beliau terimakasih nya kaya dikasih uang banyak.
Dan dari cara beliau berbicara, pake bahasa krama dan tidak ada nada mengeluh sedikitpun. Hatinya udah lapang dengan hidup yang harus dijalani.
Apa-apa dipasrahkan dan disandarkan ke gusti Allah aja.
Dan beliau pulang dianter bapakku sampe rumahnya, aku bawain beras dari rumahku. Pikirku, seenggaknya buat sahur kalo beliau puasa.
Pesan banget buat diriku. Jangan cuma lihat ini kebetulan. Ini GUSTI ALLAH LOH YANG MENGGERAKAN HATI SETIAP KITA. Jangan khawatir karena pertolongan gusti Allah tuh dekat. Dekaaat sekali. Jangan putus asa dari berharap pertolongannya gusti Allah 🥹
Allahummabaarik.
cc : ofiijulia
dr Gia Pratama sebut orang baik mungkin tak selalu menang, tapi membuat dunia terasa lebih manusiawi.
Beliau dalam postingan Threads nya cerita,
"Aku ketemu teman lama. Terus dia bilang, “Gi, lihat berita-berita sekarang kenapa orang jahat lebih banyak menang dalam kehidupan dibanding orang baik?”
Aku senyum, lalu jawab,
“Yaa Mungkin karena orang baik memang enggak hidup buat menang.” Karena kalau kita pakai Menang dengan standar duniawi, menang itu sering berarti harus ambil lebih banyak, ambil lebih dulu, ambil semuanya. Gak peduli cara, gak peduli konsekuensi.
Tapi orang yang hatinya baik biasanya jalan dengan cara yang berbeda. Mereka datang dengan tulus.
Mereka sayang tanpa banyak hitung-hitungan. Mereka tetap jujur walau kadang rugi. Mereka enggak suka main belakang. Mereka enggak sibuk menghitung siapa yang lebih banyak memberi.
Dan mereka enggak butuh melihat orang lain jatuh untuk merasa dirinya hebat.
Jadi ya, mungkin orang baik memang terlihat seperti kalah. Sering kecewa. Sering terlalu percaya.
Sering kasih kesempatan ke orang yang sebenarnya enggak layak. Tapi mereka pulang dengan sesuatu yang enggak semua orang punya. Hati yang tetap bersih. Perasaan yang tetap hangat. Dan kemampuan untuk menyayangi lagi tanpa berubah getir.
Orang baik mungkin jarang terlihat menang di depan orang banyak. Tapi mereka bikin orang lain merasa aman. Mereka bikin hidup terasa lebih ringan. Mereka bikin dunia jadi sedikit lebih manusiawi.
Jadi kalau begitu, sebenarnya siapa yang sedang menang? 😊
Yang saya liat, Orang-orang baik fokusnya memberi, berkontribusi, membangun, dan memperbaiki.
Hati seperti itu mungkin jarang terlihat mewah dan megah. Namun kehadirannya mengubah hidup banyak orang."
DEBAT PANAS: KETIKA OPOSISI DIHANTAM PERTANYAAN "SOLUSI"
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan
"Jadi, apa solusi konkret dari Anda untuk program MBG ini?"
Fatimah:
"Wah, kalau saya yang harus kasih solusi, mending serahkan saja proyek triliunan ini ke saya, Pak. Kita deal-dealan tarif dulu di sini, hahah!
Lagian lucu ya, kok malah kami yang dituntut cari solusi? Tugas kami itu mengawasi, bukan memberesi pekerjaan kalian. Dari awal kita semua tahu, MBG ini program yang sarat celah korupsi, minim pengawasan, dan pelaksanaannya di lapangan acak-acakan sampai bikin anak-anak keracunan!"
Mr. TAI:
"Hahaha! Jangan melantur kemana-mana lagi dong, fokus!"
Fatimah:
"Oke, saya jawab serius...
Solusinya gampang: Stop dulu proyek kejar tayang ini! Benahi dulu standarisasi gizinya, perketat pengawasan vendornya, dan hukum mati siapa saja yang berani korupsi di program ini. Jangan jadikan perut anak-anak sekolah sebagai kelinci percobaan politik anggaran kalian! 🔥
Tp yo balik lg sma sifat dasar manusia, klu udh jenuh.. pasti gk bakal mkir pas wktu lg susah.. pokoknya triak2 trus sma crewing.. pengganti saya kapan pak?