Tertampar sama ayat ini, timing Allah untuk nolong kita di last minute itu beneran ada yaaa waktu pas kita udah pasrah. Memang kuncinya tuh harus sabar dan tawakal. Percaya aja, Allah tuh emang gak pernah telat ngasih yang terbaik
Saat kita berhenti peduli, kita disebut jahat. Saat kita memilih menjaga jarak, kita disebut egois. Jarang yang tahu, bahwa sebelum menjadi seperti ini, kita pernah menjadi orang yang paling peduli dan memberi sepenuh hati, namun terus diabaikan dan tak pernah benar² dihargai.
tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation—even from yourself
trauma itu nyata banget dampak long-term nya. lagi seru-serunya ketawa pun, ada hal kecil bisa langsung ngetrigger ingatan yang udah susah payah dilupain.
tolong, jangan pernah jahat sama orang, kamu ga bakal tau gimana setengah matinya mereka survive tiap hari buat sembuh dari luka yang pernah kamu buat.
Di umur berapa lu sadar kalau ternyata kita nggak harus selalu terlihat kuat? Jujur sama keadaan sendiri itu nggak salah. Adakalanya lu butuh cerita dan support, adakalanya lu perlu numpahin isi kepala dan hati yang udah numpuk.
Menahan semuanya sendiri juga bisa merusak diri dari dalam. Jadi stop selalu pura-pura kuat.
di kehidupan yang seberisik ini, aku hanya berpegang pada kalimat "yang sudah tertakar, tidak akan pernah tertukar."
dan "Tuhan tidak akan menciptakan sedih tanpa merencakan bahagia setelahnya."
mantra hari ini:
tolong berhenti untuk stres. ingat, kamu punya hati yang baik, vibes yang manis, dan jiwa yang tulus. percayalah, semesta akan berpihak sama kamu dan semua bakal baik-baik aja.
setiap aku ngerasa ketinggalan aku selalu sadar bahwa aku ini berangkatnya dari minus, mencapai titik nol udah jadi sebuah pencapaian besar dalam hidupku
on my silent days
gue juga mau nunjukin kalau gue juga bisa marah atas apapun yang bikin gue gak nyaman, tanpa harus mikirin orang itu sakit hati atau engga.