Stasiun Radio Malabar Diresmikan
Hari ini dalam sejarah, 5 Mei 1923, Gubernur Jenderal Dirk de Fock meresmikan stasiun radio Malabar yang dibangun di kaki Gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat. Pemancar radio Malabar merupakan stasiun radio pertama yang menghubungkan Belanda dan Hindia Belanda.
Pemancar radio Malabar dibangun oleh Cornelius Johannes de Groot, alumnus teknik listrik dan rekayasa mekanis Delftse Polytechnische School, Karlsruhe, Jerman. Groot mengemukakan perlunya hubungan radio secara langsung antara Belanda dan Hindia Belanda. Dia yakin, secara teknis hal itu bisa dilakukan.
Akhir tahun 1916, Groot mulai mendirikan pemancar di kaki Gunung Malabar. Perangkat teknologinya dipesan dari perusahaan elektronik Telefunken, Jerman. Medan yang berat tak menyurutkan langkahnya. Peralatan berat berupa besi-besi dan mesin-mesin diangkut lewat jalan kecil, menanjak dan berliku ke lokasi pemasangan antena yang terjal.
Perjuangan Groot tak sia-sia. Dia berhasil menghubungkan Belanda dan Hindia Belanda. Ini menandai titik tolak kemajuan dunia telekomunikasi penyiaran. Groot meningal dunia pada 1 Agustus 1927. Namanya diabadikan oleh Walikota Bandung B. Coops sebagai nama jalan: Dr. de Grootweg (kini Jalan Siliwangi).
Namun, pemancar radio Malabar hanya tinggal cerita. Kompleks stasiun radio Malabar yang megah itu dihancurkan oleh pejuang Indonesia saat meletus peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946.*
📷Stasiun radio Malabar di Gunung Malabar. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).
Bacaan tentang sejarah radio di Indonesia:
Malabar Bubar di Tangan Laskar https://t.co/Dxwwq95IO9
Gelombang Sejarah Radio https://t.co/5yx830DtaA
@innovacommunity Kalo survey lanjutan dilakukan, penyebabnya pasti bukan krn pemilik kendaraan malas bayar pajak. Tp krn ribetnya urusan pajak kendaraan. Terutama untuk pajak 5 tahunan yg harus ganti TNKB, cek BPKB, ganti STNK, sehingga urusannya ga cuma ke Samsat saja. Tp juga ke kantor polisi.
Konteks dan kronologis..
Rocky Gerung mau menjelaskan asas PACTA SUNT SERVANDA yang berasal dari bahasa latin yang berarti ‘janji harus ditepati’ (agreements must be kept)
Gregetan juga, padahal lagi momen HUT DKI dan liburan sekolah, anak² mau pakai fasilitas yang katanya "aman" di Jakarta ni pak @HeruBudihartono ! kami siap kasih keras..