Banyak dari kami yang emang gak punya waktu buat ikut aksi langsung.
Kerjaan numpuk, keluarga, atau lagi di luar kota.
Tapi dukungan? Tetap bisa.
Bunyikan klakson aja udah cukup buat bilang: “Kami muak sama MBG yang amburadul ini.”
AYO!!
Jangan cuma diam!
Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
Kenaikan harga Pertamax ini memang ga ngotak sma sekali.. naiknya 30% sendiri, senyap tanpa sungkan² di tengah malam.
Trus yg sok belain rakyat kecil bilang, gpp itu untuk orang kaya.. klean aman pake Pertalite.. NDASMU..!!
Pengguna Pertamax kebanyakan middle class yg jumlahnya 46juta orang yg dipaksa beli Pertamax atau turun ke Pertalite.
Bisa dibayangkan pengguna Pertalite akan membengkak, antrian semakin panjang dan stok semakin tipis. Lambat laun banyak SPBU yg tidak jual Pertalite dan dihapus..
Ujung²nya kita dipaksa beli Pertamax dengan harga disubsidi mgkin jadi 14ribu, dengan demikian pemerintah akan jadi pahlawan penyelamat rakyat yg sudah dikadalin habis²an..
1.600 Mahasiswa Demo di Bunderan HI, Tegaskan Bergerak Tanpa Tunggangan
Sekira 1.600 mahasiswa hari ini menggelar unjuk rasa di Bunderan HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Raka Andika, perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menegaskan mereka bergerak mandiri tanpa tunggangan oleh pihak manapun.
Julkifli Sinuhaji/PRMN
Bisa gak sih Prabowo dilengserin?
Sekarang banyak mahasiswa teriak "Reformasi 98 Jilid 2" karena ekonomi lagi berat + banyak kebijakan dikritik.
Jadi pertanyaannya: Demo gede bisa nurunin presiden gak?
Dulu 1998 Soeharto tumbang. Tapi sekarang situasinya sama gak ya?
Komen di bawah: menurut kalian gimana?
17.35. Massa aksi mambacakan tuntutan di depan gerbang DPRD Jawa Barat. Mereka mendesak agar empat massa aksi yang ditahan hari ini dibebaskan tanpa syarat.
patut dicurigai permainannya:
pertama, stok batubara masih sangat melimpah, tapi stoknya sengaja diekspor ke luar negri.
kedua, hasil ekspor batubara mendatangkan banyak dollar ke dalam negri, akhirnya rupiah mulai menguat.
ketiga, pemerintah jadi pahlawan karena bisa mengatasi lemahnya rupiah.
kesimpulan, rakyat tetaplah jadi korban blackout, industri rumahan terganggu, dan ekonomi macet.
mafia tambang menang, yang kalah seluruh rakyat indonesia, dan embege akan masih jalan.
Cuma jualan produk pabrikan doang. Jadinya ya… Alfamart atau Indomaret versi desa. Bahkan kalah saing sama Warung Madura!
Terus rakyat desa dapet apa?
Duit APBN ratusan triliun cuma buat bikin “koperasi” yang malah nggak beda sama warung biasa?
Buat apa sih proyek beginian?