Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
Buat lu POLITEKNIK NEGERI JAKARTA a.k.a PNJ kok bisa sih se MASIF itu, pelaku KS ga di tegasin dan gada transparansi sampe korban ga dapet keadilan sampe sekarang, giliran kasus kissing GERCEP, sampe mahasiswa di DO, eh pelaku KS malah di BELA oleh BEM dan HIMA, LMFAO๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Sedih banget sumpah. ๐ญ
Bapak ini adalah ortu dari salah satu terduga pelaku tindakan asusila (berciuman dengan sesama jenis) di wilayah kampus Politeknik Negeri Jakarta.
Di depan civitas kampus, ia sampai rela bersujud meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan putranya.
Sebelumnya telah terjadi penangkapan atas 2 orang laki2 yang melakukan tindakan tindak pantas di dalam lingkungan kampus, yang kemudian membuat geger warga kampus PNJ.