Yang lucu justru dia sendiri 😭
Kalau kondisinya memang nggak gawat darurat, ya seharusnya nggak ke IGD. Harusnya ke faskes tingkat 1.
Kalau tetap maksa minta pelayanan di IGD padahal bukan kondisi darurat, ya siap-siap bayar pribadi.
ternyata, ada yg lebih penting dari sekedar mendapatkan seseorang yg baik, yaitu; dipertemukan dengan seseorang yg mau memperjuangkanmu, karena yg baik bisa menyerah, sedangkan yg memperjuangkanmu akan berusaha jadi lebih baik.
sebab, bersamamulah semua mimpinya akan terwujud.
web favorit cari kerja WFH gaji tinggi:
• upword. com (dibayar jam)
• fiver. com (jutaan per project)
• sribu. com (per project)
• projects. co. id (per project)
• freelancer. com (per project)
• total. com (per jam)
• guru. com (perjam)
• 99designs. com (per project)
Menikahlah kalau memang sudah mampu. Pernikahan bukanlah pelarian karena lelahnya keadaan. Ada tanggung jawab yang lebih besar yang akan kamu lewati di sana.
Memperbaiki diri saja dulu, jangan banyak ngehalu. Jangan berpatokan pada konten uwu di sosial media.
- Repost
Pernikahan..
Satu tahun pertama bertahan dengan cinta. Dua tahun berikutnya dengan kasih sayang.
Tahun berikut dan selamanya bertahan dengan ilmu, agama dan akhlaknya.
- Ustadz Zainal Abidin Hafidzahullah
Terima kasih Ramadhan tahun ini diberikan full puasa. Allah maha baik♥️
Semoga syawal ini full kabar baik. Amiiin🫶
Mon maap lahir bathin sahabat twitterku🥰
Mbiji wong liya entuk, nanging aja menghakimi, percaya diri penting, nanging luwih penting sadar diri.
Wong liya pancen bisa salah, nanging awak dhewe yo ora mesti bener.
#pepeling
@tanyarlfes That's why kalo lg dideketin cowo, nyari di getcontact. Pernah jg ada yg namain dia sayang❤, kek hmm. Mana jg postingan ig bener2 kosong. Bener gue dihide. Emg bangke
Gapapa kalo temen-temenmu udah pada nikah dan kamu belum. Tapi semoga aja kamu menikah dengan seseorang yang tepat tulus mencintaimu, mendapatkan ipar yang baik menganggapmu sebagai adik/kakaknya sendiri, dan mendapatkan mertua yang sayang nganggep kamu sebagai anaknya sendiri :)
Seorang teman bercerita, di tengah sibuknya mengurus anak, ia selalu sempatkan makan berdua bersama istrinya di luar. Bukan jika sempat, tapi harus sempat.
Ku tanya kenapa, jawabnya, "untuk bersamai anak, kita butuh energi. Energi itu ada jika punya waktu untuk duduk berdua."