Haloo aku buka komisi art chibi khusus lokal sampe tanggal 7!!
icon - 50k
halfbody - 85k
fullbody - 100k
- Max revision 3x
- Detailed char fee +10%
- More info about commercial fee on reply
[DIBUTUHKAN SEGERA] LOWONGAN KERJA PARUH WAKTU
⬛︎ GAJI ⬛︎
Rp 4.200.000 / hari (Total Rp 8.400.000 untuk 2 hari)
⬛︎ LOKASI & TANGGAL ⬛︎
Lokasi: Bekasi, Indonesia
Tanggal: 8 & 9 Juni
⬛︎ KUOTA ⬛︎
1 Orang
⬛︎ KUALIFIKASI ⬛︎
・Pria
・Berusia 20 tahun ke atas
・Memiliki fisik yang kuat
⬛︎ DESKRIPSI PEKERJAAN ⬛︎
Menetap sendirian selama 2 hari di properti yang akan kami tentukan di Bekasi. Selama di lokasi, wajib mematuhi aturan berikut dengan ketat:
❶Kunci rapat seluruh pintu dan jendela properti.
❷Dilarang keras membawa perangkat elektronik (Buku, makanan, dan minuman diperbolehkan).
❸Dilarang menyalakan lampu antara pukul 23:00 - 04:00 (Dilarang tidur pada jam tersebut).
❹Bakar dupa pada waktu yang sudah ditentukan.
❺Jika bel rumah berbunyi atau ada panggilan dari luar, dilarang keras keluar.
⬛︎ BARANG YANG DISEDIAKAN ⬛︎
・Senter
・Tasbih
・ Dupa
・ Kamera Video
Batas pendaftaran: 7 Juni pukul 23:00
Bagi yang berminat, silakan email ke:
[email protected]
[CATATAN]
※ Kami hanya akan membalas pesan pelamar yang terpilih.
※ Pekerjaan ini mungkin melibatkan risiko bahaya. Harap dipertimbangkan.
Doujin vs Tier List: Kenapa Kamu Harus Punya Common Sense dan Consent
Gara-gara drama tier list tak senonoh kemarin, diskusinya malah melebar ke mana-mana. Banyak yang mulai bawa-bawa doujin dan fan art dewasa sebagai tameng pembelaan, seolah-olah aktivitas komunitas itu setara dengan apa yang Dera lakukan.
"Lho, di internet banyak konten NSFW VTuber, kenapa giliran Dera bikin tier list kayak gini kalian marah?" Kedengarannya seperti pertanyaan yang make sense, tapi justru itu menunjukkan kalau kalian sama sekali gak ada niat untuk mempelajari skena ini.
Sebagai VTuber sekaligus sutradara, aku tahu persis kalau kreativitas tanpa framework bisa jadi pisau bermata dua. Untungnya di skena ini, framework itu sudah jadi aturan umum yang dipahami bersama.
Fan art, fanfic, meme, video tribute, sampai doujin NSFW, semuanya memang masuk dalam payung fan content. Tapi menyamaratakan semuanya adalah usaha manipulasi fakta yang malas karena masing-masing punya aturan main yang berbeda.
Faktanya sederhana: enggak semua VTuber mengizinkan konten NSFW tentang dirinya. Kalaupun ada yang mengizinkan, tetap ada sistem yang harus dipatuhi.
VTuber yang punya fanbase aktif biasanya menetapkan fan content guidelines berupa sistem hashtag berlapis. Ada hashtag umum yang aman semua umur, ada hashtag terpisah khusus untuk konten dewasa yang mereka izinkan, dengan aturan jelas bahwa konten dewasa enggak boleh muncul di bawah hashtag utama.
Analoginya kayak bioskop dengan pintu masuk berbeda untuk film keluarga dan film dewasa, studionya dibedakan. Sistem itu dirancang supaya orang enggak bisa nyasar masuk ke studio yang salah.
Yang dilakukan Dera kemarin adalah menjebol pintu itu dan menyajikan semuanya di lapangan terbuka tanpa filter untuk tontonan siapa saja. Parahnya, itu dilakukan di YouTube publik, sampai akhirnya YouTube memberikan strike dan takedown pada videonya.
Yup, bukan Dera yang menghapus videonya sendiri. Di sana jelas tertulis pemberitahuan kalau video tersebut telah dihapus karena melanggar kebijakan YouTube tentang ketelanjangan atau konten seksual. Platform yang biasanya paling lamban soal moderasi pun sepakat konten itu tidak layak ada.
Kalau seorang VTuber enggak pernah menetapkan hashtag NSFW atau secara eksplisit melarangnya, lalu ada orang yang nekat bikin konten seksual tentang mereka di live stream publik, dampaknya serius.
Penonton umum yang enggak siap ikut terpapar. Orang yang baru pertama kali dengar nama VTuber itu akan kebentuk persepsinya dari sana, bukan dari konten aslinya. Penonton Dera yang menganggap ini wajar akan membawa perspektif itu ke komunitas lain. Dan siklus normalisasi itu berputar pelan-pelan, jauh setelah videonya sudah kena takedown sekalipun.
Itu pembunuhan karakter yang konsekuensinya dirasakan oleh manusia nyata di balik avatar, bukan oleh gambar 2D-nya.
Lalu kenapa doujin bisa beredar sedangkan konten si kreator kemarin diserang?
Doujin yang dibuat dalam framework yang sudah diizinkan talent, menggunakan hashtag khusus, dan beredar di platform dengan sistem batasan umur, ada kerangka consent di sana. Memang tidak sempurna, tapi ada.
Jelas berbeda secara fundamental dengan tindakan mengumpulkan identitas VTuber secara sepihak, memasukkannya ke kategori seksual tanpa izin, lalu menjadikannya bahan tontonan publik demi ragebait murahan yang berujung kena takedown.
Yang satu menghormati batasan kreator. Yang satu sengaja melanggarnya sambil pura-pura itu kritik sosial.
Pada akhirnya, isu ini adalah soal memahami batas.
Komunitas kreatif bisa berjalan justru karena ada pemisahan yang jelas antara ruang publik dan ruang terbatas, antara ekspresi dan eksploitasi, serta antara imajinasi dan tindakan terhadap orang yang nyata.
Consent adalah fondasi yang membuat sebuah komunitas tetap aman bagi kreator, penonton, maupun talent yang menjadi bagian di dalamnya.
SOMETHING BIG IS COMING 👀🔥
We hear you! Kami membawakan ‘sesuatu’ yang paling ditunggu-tunggu. Animate Pop-Up Store is coming soon to Indonesia! Ikuti terus updatenya di akun media sosial kami!
@gramedia#phoenixgramediaindonesia#gramedia#comingsoon#animate#popupstore #animatepopupstoreindonesia
Pada 20 Mei 2026 kemarin, Tim advokasi untuk Keadilan Sumatera memasukkan gugatan warga atau citizen lawsuit kepada pemerintah atas bencana ekologis yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Simak tuntutan selengkapnya!
Sampah.
Dikira ngelecehin karakter doang boleh karena bukan ngelecehin orang aslinya. TERUS berani2nya bilang org aslinya gamungkin se imut karakternya dan pasti insecure makanya jadi Vtuber. Berarti itu bisa diartiin kalau Vtuber itu pasti jelek dan insecure???? Sick jahat bgt.
Emang seharusnya lu gausah muncul di permukaan der. Lu cukup aja dubbing tolol kek dulu. Makin keliatan sampahnya kek mana.
I will stop his jokes 'cita-citaku menjadi soptek'
Basically "klarifikasi" dia cuma bilang "Gw gatau kalau Vtuber dan orang dibaliknya sama, gw kira ini dengan anime sama. Gw melakukan ini ke karakternya, bukan orangnya langsung. Orang orang di tier list ini aja ga komplen kok"
Makin klarif makin parah..