saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Dearest Mbak Puan, kumpulkan semua anggota dewan di gedung DPR
Terima rakyat yg telah mengamanahkan amanahnya kepada Mbak Puan & aanggota dewan lainnya. Pecat anggota dewan yg tidak punya emphaty kepada rakyat. Laksanakan apa yg menjadi kehendak rakyat. DPR adalah perwakilan rakyat.
https://t.co/hKQLrcBYXX
Pak Presiden @prabowo Pak Kapolri @ListyoSigitP mohon perintahkan segera hentikan penggunaan gas airmata 🙏🙏🙏dan perkenakan rakyat masuk rumah perwakilannya. 🙏🙏🙏🙏
Yang paling dekat dengan diri kita adalah kita sendiri. Tapi sering kali, yang paling jahat sama diri kita adalah kita sendiri. Sejak dalam pikiran, yang penuh dengan keraguan
selalu percaya sama teori kalau orang baik ngga pernah ada ruginya, walaupun ada yang manfaatin karena kebaikan kita anggep aja itu tabungan untuk kita sendiri agar kedepan hidup kita selalu dibalas dengan beribu kebaikan.
bahaya sih kalo tiap org jd merasa proses orang lain musti sama persis kayak dia. di umur segini harus gini, di umur segitu harusnya udah nikah, harusnya udh sukses, harusnya udh punya anak.
gak semua prioritas org lain, harus jd prioritas kita. 'tepat'nya tiap org kan beda2
Lembaga peradilan negara swabokor ini kalau lawan rakyat sangat “bringas dalam menegakkan keadilan” tetapi kalau lawan pejabat pemerintahan langsung “melempem” seolah-olah tidak pernah mendapatkan mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum Swabokor dan Pengantar Hukum Swabokor
Hanya karena segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan ekspektasimu, bukan berarti dunia dan seisinya berhenti bergerak untuk orang lain. Sebab menanam harapan, sejatinya tak semata ingin melihatnya bertumbuh dan menjadi, tetapi juga menerimanya di saat tak sama sekali terjadi.
Pengalaman setiap orang itu beda. Pengalaman juga membentuk pola pikir. Ketika ada orang yang menyampaikan opini berdasarkan pengalamannya, dan itu berbeda sama apa yang kamu pikirkan, ya biasa aja sih.