Berjalan dengan semangat menuju ruang kelas, memperhatikan sekitar mencoba untuk berjalan sesuai alur. Sesampainya di depan kelas aku langsung menjadi kursi dan duduk di deretan bangku kedua yang masih kosong.
Pada blackboard kelas muncullah sebuah judul yang diproyeksikan. Jason berdiri dengan tegap di hadapan para murid. “Nah, minggu kemarin kan kita sudah sempat membahas Jinx, Hex dan Curse. Selain itu juga ada lima kategori Dark Arts yang dibagi oleh Kementrian Sihir.”
“Harus baik selalu, ya.” Memberikan senyuman kepada murid-muridnya. “Hari ini kita akan mempelajari sesuatu yang baru, ya. Saya usahakan materinya dibuat seringkas dan semudah mungkin untuk dipahami.”
Sesampainya di kelas, ia menyapa murid-murid yang telah hadir di sana. “Selamat malam, nak. Bagaimana kabarnya hari ini?” Lantas ia menyimpan tongkat sihirnya di atas meja sebelum menyalakan perangkat untuk membantu mereka belajar di kelas.
Kelas D.A.D.A pada minggu ke-2 telah dimulai. Sang taruna Tsu terlihat bersemangat ketika beranjak dari kantornya dan pergi menuju ke Thunder Pagoda, langsung naik ke lantai enam.
ㅤ
Duduk bersandar di kursi menunggu sang pengajar tiba dengan membuka beberapa catatan nya. “Hari ini belajar apa ya.” Monologku dalam hati tak sabar menanti kelas dimulai.
ㅤ
ㅤ
Berlari menuju kelas berharap tidak tertinggal. Kelas sudah cukup ramai, semua orang berlalu lalang memasuki ruangan kelas. Begitupula dengan ku yang kini menuju lantai pertama Pagoda Thunder.
ㅤ