#NasihatPernikahan
Akhir2 ini, saya lagi nyari sebanyak-banyaknya ilmu tentang pernikahan. Nemu video ini, Bu Rani Anggraini Dewi, seorang konselor keluarga.
Berikut catatannya:
"Harusnya suami-istri itu adalah pilot dan co-pilot. Mereka duduknya berdampingan. Co-pilot gak duduk di belakang, tapi di samping pilot. Makanya perlu tau tujuannya juga, mau dibawa ke mana keluarga"
"Pernikahan yg sehat harus didasari oleh kesadaran dari dalam diri (kebutuhan biologis, emosional, dan spiritual), bukan sekadar tekanan lingkungan atau ekspektasi orang lain"
"Pernikahan seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh bersama. Pasangan harus saling support agar potensi diri tetap bisa berkembang setelah menikah"
"Bagai pinang dibelah sembarangan"
"Tak ada rotan, manoj punjabi"
"U look so prett"
"4 sehat 5 sempurna, 6 nilai sahroni, 7 nya ada 2, 8 gak ada apalagi 9”
"U look so shy, shy tone"
"Soal kalah, dia menang"
"Di aku gak cocok, aku orangnya gampang meninggoy”
Aku juga pernah punya Warung Kopi gitu,
Di sebelahku ada warung jual nasi ayam penyet, lalu ada pegawainya masih baru dan muda gitu, sekitar umur 15/16 tahun, laki-laki.
Kebetulan warung kopiku ini, setiap hari Jumat/Sabtu libur. Teman-teman, penjaga warung kopiku dan aku kami biasa 'ngopi' sambil evaluasi mingguan gitu lah.
Beberapa kali saya notice Mas-Mas itu, pesan kopi di warungku, sesekali duduk dan mengobrol. Singkat waktu dia ingin juga di ajak ngopi, ku tanyalah ngopi gimana? Ini kan juga ngopi? Sembari menyesap kopi hitam di cangkir.
Oh iya, dia berasal dari Ponorogo, dan putus sekolah saat kelas 5 SD (maaf, bukan mendiskreditkan pendidikannya). Masih polos, lugu dan cukup konyol hahaha. Kami sering bercanda dan ngobrol saat warungnya sudah tutup. Dia tidur di dalam warungnya itu.
Ternyata yang dia maksud adalah ngopi yang di coffeeshop, penyampaiannya cukup lucu tapi jelas. Aku pengen nyoba ngopi yang pesen, lalu diantarkan atau dipanggil namanya itu lho Mas, yang pake mesin bikinnya.
Sontak kami tertawa, sembari mengiyakan kalau weekend besok ayo ngopi bareng! Saat itu ku ajak ke ☆bucks. Nampak jelas dia gugup, grogi cenderung takut karena benar-benar masih asing dengan semua ini. Ku jelaskan kalau nanti harus bisa pesan sendiri, sembari aku bilang nanti coba lihat dan perhatikan gimana cara pesannya, ngga lupa sebelumnya ku jelaskan dlu menu-menunya supaya tidak salah. Sampai pada gilirannya, dia bahkan melepas sandalnya pada logo 'Step Here' bergambarkan sepatu, lucu memang tapi saat itu sebisa mungkin kami tidak tertawa. Setelah selesai memesan dan duduk, dia terus mengamati dan tanya apa-apa saja yang dilihat, seperti apakah tumblr itu hadiah, apakah sedotan dan kondimen di meja berbayar dll.
Ngga cukup di sana, kami tahu betul kalau dia juga masih cukup asing dengan perfume, deodoran dll, saat itu juga ku belikan 1 set perlengkapan mandi dan perfume. Diterima dengan girang sambil berkata setiap hari libur diajak ngopi keliling Surabaya yaa! 😅
Sayangnya ngga bertahan lama, sekitar 3 minggu dia kerja lalu pulang ke Ponorogo, karena disuruh Orang Tuanya. Caranya berpamitan cukup menggambarkan walaupun dia polos dan kurang update kehidupan kota, tapi etikanya jauh lebih baik dari orang-orang di kota ✨️
Kalau lo tipe yang tiap habis ngobrol langsung overthink terus, kayak:
“anjir tadi gue salah ngomong gak sih…”
“dia kepikiran gak ya sama omongan gue?”
“kenapa gue awkward banget barusan 😭”
nah itu namanya...
Mertua bilang “nggak apa-apa.”
Tetangga bilang “dulu anak saya dikasih juga, sehat-sehat aja.”
Tapi sebagai dokter anak, saya harus jujur:
Ada 9 makanan yang kelihatan aman — tapi berbahaya untuk bayi di bawah 1 tahun.
🧵 Thread penting untuk semua orang tua & calon orang tua:
(Silahkan simpan dulu, bila belum sempat baca)
Mertua bilang “nggak apa-apa.”
Tetangga bilang “dulu anak saya dikasih juga, sehat-sehat aja.”
Tapi sebagai dokter anak, saya harus jujur:
Ada 9 makanan yang kelihatan aman — tapi berbahaya untuk bayi di bawah 1 tahun.
🧵 Thread penting untuk semua orang tua & calon orang tua:
(Silahkan simpan dulu, bila belum sempat baca)
Kalau lo tipe yang gampang baper, overthinking mulu, atau ngerasa capek sama hidup, thread ini pas banget buat lo.
Coba deh pahamin 4 rules psikologi manusia ini.
Serius, ini bisa banget ngerubah cara lo ngadepin masalah tiap hari.
Rasulullah tidak pernah mengajarkan patriarki.
Banyak yang mungkin gak setuju, tapi coba kita liat lebih dalam...
Aisyah pernah ditanya gini "apa yang Nabi lakukan di rumahnya?"
Jawaban Aisyah:
"Beliau membantu istrinya, memperbaiki sandalnya sendiri, menjahit bajunya sendiri, dan juga menimba air.
Seorang Rasulullah aja gak menuntut dilayani, tapi justru ikut mengambil membantu ambil peran di hubungan Rumah Tangga.
Lah u siape nuntut cewe ini itu tapi gamau kontribusi di rumah tangga??🤔🤔
Gatau ya unpopular atau gak, tapi jadi pembelajaran aja.
#CATET
Buat kamu yg suka tiba2 memar tanpa sebab, salah satu kemungkinan yg sering ke-skip adalah bisa jd lg kekurangan vitamin C!
Klo kamu sering tbtb badannya biru2 memar, padahal ga ngapa2in atau ga ada kepentok apa pun, utas ini buat kalian!
Simak ya! Aku jelasin.
tau ga, kalo film Nemo dibuat seakurat mungkin sesuai ilmiah, ayah Nemo bakal jadi betina dan kawin dengan Nemo.
kobisa? bisa wkwkwk
jadi, ikan badut itu punya sistem yang agak unik di dunia hewan. mereka hidup dalam satu kelompok kecil di satu anemon, dan di dalam kelompok itu ada aturan jelas banget.
yang paling besar adalah betina, nomor dua terbesar adalah jantan alpha, sisanya jantan kecil yang nunggu giliran jadi pejantan alpha.
semua ikan badut lahir sebagai jantan, semua, ga terkecuali.
nah, di cerita Nemo kan ibunya mati ya? dengan matinya ibu Nemo, yang bakalan jadi betina selanjutnya ya ayahnya si Nemo dan Nemo sebagai alpha bakalan kawin dengan ayahnya untuk menghasilkan bayi-bayi ikan badut lainnya.
oh, dan perubahan kelamin ayah Nemo itu (kalo dibuat detil ya) beneran terjadi secara biologis, bukan metafora.
tubuh ayah Nemo bisa berubah, hormon berubah, bahkan perannya di kelompok juga berubah. totally jadi betina.
mungkin teman-teman merasa aneh dengan fakta ini, tapi bagi ikan badut, itu justru mekanisme survival supaya kelompok mereka tetap ada tanpa harus cari pasangan jauh-jauh yang bisa berisikonya dimakan predator.