Why we should aware about them too?
1. Bekantan.
Monyet berhidung panjang ini memiliki sistem pencernaan khusus yang hanya bisa mengolah daun-daun mangrove dan gambut.
Kalo habitatnya abis, mereka gak cuma kehilangan tempat tinggal, tapi juga perlahan mati kelaparan karna gak bisa memakan buah manis atau makanan lain.
2. Orangutan.
Sang Petani Hutan: Sebagai penyebar biji utama, hilangnya satu ekor orangutan akibat karhutla sama saja dengan mematikan masa depan regenerasi ribuan pohon hutan tropis.
3. Pohon Tualang (Koompassia excelsa).
Pohon raksasa yang tingginya bisa melebihi 80 meter ini rumah utama bagi lebah madu hutan. Sekali terbakar, butuh waktu ratusan tahun untuk menumbuhkannya kembali.
Belom lagi kita bahas Gajah, Burung-burung besar, Reptile dan lain-lainnyaa.
Sementara itu, mungkin bagi pembuat kebijakan, bekantan dan orangutan yang mengungsi ke pemukiman warga itu dianggap lagi melakukan kunjungan kerja atau studi banding kali yaa,
Lalu lagi-lagi alam yg disalahkan atas kemarau panjang, pdahal yang ngasih izin pembukaan lahan gambut — rumah bagi para fauna ini — bukan angin El Niño~ 😗
Shame on them.
Doanya masih sama:
May all governance and enablers rot in deepest hell.
Penampakan seekor bekantan di atas rumah warga di Nagara, Kalsel.
kasihan banget ya Allah... habitatnya udah habis kebakar, makin bingung mau mengungsi ke mana lagi selain ke atap rumah warga. kita yang cuma kena asapnya aja udah engap, apalagi mereka yang rumahnya beneran hilang 💔
Dari seorang ibu-ibu pengguna Instagram yang nampaknya bekerja di SPPG, kami berhasil mengamankan sebuah jejak digital berupa video yang menampilkan betapa ngerinya food waste yang dihasilkan dari embege.
Video ini saat ini sudah dihapus, mungkin karena telah mengundang atensi berlebih, bahkan mendapat atensi dari Dr. Tan Shot Yen untuk berkomentar.
See? Kami punya alasan kuat mengapa selama ini kami menggunakan kata ganti Kubangan Lumpur untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak ada satupun jajaran di BGN baik pusat maupun di daerah-daerah yang memikirkan solusi food waste ini. Dijadikan pakan ternak itu murni ide para penerima manfaat. Ini kalau media internasional bisa mengendus hal kayak gini dan dilakukan investigasi, maka praktik MBG di Indonesia menjadi praktik free meals program for students yang PALING GAGAL di dunia.
Titik Kebakaran di Kalimantan Sudah Hampir Satu Pulau.
Sudah tidak ada udara Segar. Yang ada Kabut Asap yang tebal mengganggu Pernapasan.
mana tanggungjawab Korporasi?
Pak Menhut Kemana?
dan Presiden Instruksi apa?
#praykalimantan
Ruben onsu ditangkap blablabla, elrumi viral diduga blablabla, podcast raditya dika ditakedown blablabla
BODO AMAAAAATTTT GILAAAK ITU ORG” DI NTT SAMA KALIMANTAN LAGI KENA MUSIBAH, LEBIH PENTING LEBIH URGENT STOP NAIKIN BERITA GAPENTINGGG 😩
Tahun lalu cucu-nya Bung Hatta jg datang ke istana, tapi dia datang dgn statement. Dia pakai batik yg biasa dipakai utk pemakaman. Dia post di IG dgn wajah didit dibackground, dia kasih pesan yg jelas nunjukin keprihatinan atas luka HAM yg belum tertutup. Beda bgt sm yg lg viral
2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.💔
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.
Bilang Indonesia suram, disuruh cari negara lain. Bilang beras mahal, disuruh tanam padi sendiri.
Titik terendah WNI: Punya Presiden yg kemampuan problem solvingnya buruk.
“tas gaada gender” “jangan menormalisasi bahwa tas itu berkelamin” “TAS ITU DIPAKE APABILA MAMPU”
say it louder kak igun😗😗😝😝😝
jadi buat orang orang yang masih julid perkara renjun atau cowo manapun pake tas yang kata kalian itu buat cewe denger yaa “UPDATE FASHION”🫡🫡🫡
yang straight jangan terlalu seneng soal witch hunt ini. you could be the victims too because the line between heterosexuals and homosexuals is blurry. none of us are safe here.